B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Berlakulah Lebih Damai, Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi

Sahabat saya yang mulia harapan-harapannya bagi keluarga, Ambillah rumah kecil yang sesederhana apa pun. Ia akan lebih indah daripada istana semegah apa pun yang berisi pertengkaran. Ingatlah, bahwa

Tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai.

Apakah yang sebetulnya kita harap untuk dicapai dengan upaya berkelanjutan dan tanpa letih, untuk menemukan kesalahan satu sama lain, dan menggunakan semua muslihat untuk membuktikan bahwa pasangan kita salah?

Apakah kita membutuhkan kemarahan dan kebencian sebagai jalan untuk mencapai kehidupan yang baik dan berbahagia?

Mengapakah kita tidak memilih suasana yang damai, pengertian yang menerima dan memaafkan, ketulusan yang memesrakan, dan kepolosan yang menggembirakan satu sama lain?

Mengapakah demikian penting bagi kita untuk merasa benar di atas kesalahan kekasih hati kita?

Jika kita saling mengasihi, mengapakah kita mengupayakan kepuasan dari penyiksaan hatinya?

Mengapakah kita tidak saling mengupayakan kegembiraan bagi satu sama lain?

Mengapakah kita tidak melihat bahwa kesedihan hati kekasih kita adalah pencacatan kehidupan kita sendiri?

Mengapakah penting bagi kita untuk merasa menang dalam keluarga yang pasangannya terkalahkan dan terkecilkan?

Marilah kita lebih berkasih sayang.

Bahagiakanlah kekasih Anda, karena itu adalah cara terdekat untuk membahagiakan diri Anda sendiri.

Indahkanlah kecintaan Anda kepada keluarga, karena cara terdekat untuk memperbaiki rezeki adalah meningkatkan kualitas kasih sayang dalam keluarga.


Berlakulah lebih damai, lalu perhatikan apa yang terjadi.
...........

Sahabat saya yang berbakat menyayangi,

Bangunlah persahabatan dengan setiap jiwa di keluarga Anda.

Sebuah kebersamaan yang tidak dibangun di atas sebuah persahabatan, akan menjadi sebuah istana pasir yang menunggu air pasang naik.


Ingatlah bahwa,

Bukan tidak cukupnya kasih sayang, yang membuat sebuah kebersamaan itu tidak membahagiakan – tetapi tidak cukupnya persahabatan.


Saya menantang Anda untuk berani meninggalkan semua pertempuran dalam karir dan hidup Anda, mengabaikan semua ancaman, dan meninggalkan semua kekhawatiran Anda, untuk pergi berdua saja dengan pasangan Anda, dan mentampankan dan mencantikkan diri bagi satu sama lain, dan melihat dalam-dalam masuk ke mata masing-masing dengan perasaan rindu akan masa-masa indah berpacaran dulu.

Berbicaralah dengan kesyahduan dan keanggunan seorang pesinetron muda yang lebay. Mendesah-desahlah, bergeraklah lambat, dan katakanlah apa pun yang menjadikannya merasa sebagai mutiara terindah dalam hati Anda.

Mohon Anda menahan tawa saat Anda memandang wajahnya.

Jagalah wajah Anda lurus dan anggun dalam berbicara mesra dengan suara lembut Anda – yang hampir berbisik dan mendesah itu.

Jika Anda tetap tidak tertawa dalam melakukan ini, pasangan Anda yang akan tertawa terbahak-bahak.
………..

Kapankah Anda terakhir kali makan malam yang mesra, hanya berdua saja?
………..

Sahabat saya yang berada dalam perhatian baik Tuhan,

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan kita lebih mudah berlaku mesra kepada anggota keluarga kita, dan memampukan kita menikmati kebersamaan dalam keluarga kita dalam kedamaian dan kesyukuran.

Janganlah kita menemukan kebersamaan lain yang lebih indah daripada kebersamaan dengan keluarga kita.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan kasih sayang Anda kepada keluarga, sebagai pengharus bagi penjawaban semua doa dan harapan dalam kerja keras Anda.


Mario Teguh



0 komentar: