B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Pertanyaan yang Membuat Anda Lebih Fokus

Cara terbaik mengendalikan hidup adalah melalui pertanyaan kepada diri sendiri. Tahukah Anda bahwa bertanya dengan benar kepada diri sendiri dapat menyelamatkan hidup?

Stanislavsky Lech terhenyak ketika tiba-tiba Nazi datang dan menawan dirinya dan seluruh keluarganya. Mereka digiring seperti ternak guna dikirim ke kamp pembantaian di Krakow. Ia depresi berat ketika menyaksikan pembantaian anaknya. Terlebih lagi ketika baju anaknya -yang dipakai saat ditembak mati- dipakai anak lain setelah hari itu.

Ia berusaha bertahan hidup. Suatu hari ia berfikir, jika tetap tinggal, ia akan mati. Ia berfikir bahwa ia harus hidup. Ia bertanya kepada sesama napi, “Bagaimana saya dapat melarikan diri?”
Dan jawab napi lain selalu sama, “Jangan bodoh kau! Berdoalah yang banyak, semoga kau selamat!”

Setiap hari ia selalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Bagaimana saya dapat keluar dari kamp pembantaian ini dengan hidup, selamat, sehat dan sekarang juga?”

Akhirnya ia mendapatkan gagasan melarikan diri dengan menyamar menjadi mayat. Ia merobek-robek bajunya, dan berbaring seperti mayat yang akan diangkut truk. Sesudah menunggu lama, akhirnya truk pengangkut mayat datang. Setelah tiba di kuburan, mayat dikeluarkan dari truk. Ia menunggu hingga larut malam. Setelah yakin tidak ada yang melihat, ia lari telanjang sejauh 25 mil.

Apa perbedaan Stanislavsky dengan teman napi yang lain? Ada banyak faktor. Tetapi perbedaan utamanya adalah ia melontarkan pertanyaan. Ia bertanya serius guna mendapatkan jawaban. Pertanyaan menyebabkan ia membuat keputusan yang cukup berpengaruh terhadap tujuannya. Sebelum mengambil tindakan, membuat keputusan, mendapatkan jawaban, ia bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan yang tepat!

Anda sebaiknya bertanya sepanjang hari. Pertanyaan mengendalikan fokus. Hentikan bertanya seperti ini, “Mengapa hidup tidak adil?”,
“Mengapa cita-cita saya gagal?”
dan gantilah menjadi dengan menanyakan dengan hal-hal yang memberikan jawaban berguna.
Misalnya:

- Apa yang dapat membuat saya hidup bahagia saat ini?
- Apa yang membanggakan dalam hidup ini?
- Apa anugerah dalam hidup ini yang sudah saya rasakan?
- Apa yang telah saya pelajari dalam hidup hari ini?
- Apa nilai tambah hidup saya hari ini?

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan membuat Anda lebih fokus, dan akan membuat hidup Anda lebih hidup.

Oleh: Anthony Robbins  Notes from A Friend.

Sumber: QuickStart

Read More --►

Harun Ar-Rasyid - Pemerintahan Emas Islam

Harun Ar-Rasyid lahir di Rayy pada tahun 766 dan wafat pada tanggal 24 Maret 809, di Thus, Khurasan. Harun Ar-Rasyid adalah kalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah kalifah yang ketiga.Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.
Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun Ar-Rasyid dikenal dekat dengan keluarga Barmaki dari Persia (Iran). Di masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn Khalid Al-Barmak.


Era pemerintahan Harun, yang dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan Islam (The Golden Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.
Di masa pemerintahannya beliau :
* Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat.
* Membangun kota Baghdad dengan bangunan-bangunan megah.
* Membangun tempat-tempat peribadatan.
* Membangun sarana pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.
* Mendirikan Baitul Hikmah, sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian.
* Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, mesjid-mesjid, dan istana.

Harun Al-Rasyid Bukanlah Khalifah Yang Suka Foya-Foya!!
Banyak orang meyakini bahwa khalifah Bani ‘Abbas, Harun al-Rasyid adalah seorang yang suka hura-hura dan foya-foya, hidup dalam gelamour kehidupan.
Namun sebenarnya, tidaklah demikian. Harun al-Rasyid amat berbeda dari kondisi seperti itu sama sekali. Beliau adalah Abu Ja’far, Harun bin al-Mahdi, Muhammad bin al-Manshur, salah seorang khalifah Daulah Bani ‘Abbasiah di Iraq, yang lahir tahun 148 H.
Beliau 
menjadi khalifah menggantikan kakaknya, al-Hadi pada tahun 170 H. Beliau merupakan khalifah paling baik, dan raja dunia paling agung pada waktu itu. Beliau biasa menunaikan haji setahun dan berperang setahun. Sekalipun sebagai seorang khalifah, beliau masih sempat shalat yang bila dihitung setiap harinya mencapai seratus rakaat hingga beliau wafat. Beliau tidak meninggalkan hal itu kecuali bila ada uzur. Demikian pula, beliau biasa bersedekah dari harta pribadinya setiap harinya sebesar 1000 dirham.
Beliau orang yang mencintai ilmu dan para penuntut ilmu, mengagungkan kehormatan Islam dan membenci debat kusir dalam agama dan perkataan yang bertentangan dengan Kitabullah dan as-Sunnah an-Nabawiyyah.
Beliau berumrah tahun 179 H di bulan Ramadhan, dan terus dalam kondisi ihram hingga melaksanakan kewajiban haji. Beliau berjalan kaki dari Mekkah ke padang Arafah.
Beliau berhasil menguasai kota Hiracle dan menyebarkan pasukannya di bumi Romawi hingga tidak tersisa lagi seorang Muslim pun yang menjadi tawanan di kerajaan mereka. Beliau mengirimkan pasukannya yang kemudian menaklukkan benteng Cicilia, Malconia dan Cyprus, lalu menawan penduduknya yang berjumlah 16000 orang.
Harun al-Rasyid wafat dalam usia 45 tahun atau 46 tahun dalam perangnya di Khurasan tahun 193 H.

Semoga Allah merahmati Harun al-Rasyid.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Harun_Ar-Rasyid
- http://arieksinggih.wordpress.com/2009/02/03/harun-al-rasyid-2/
- http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/12/biografi-harun-ar-rasyid-pemerintahan.html
Read More --►

Istri Meminta dan Memberi

Dua Usus Buntu

Seseorang menelepon dokter langganannya: "Pak Dok, akhir-akhir ini isteriku perutnya sering merasa sakit, nampaknya ia sedang didera radang usus buntu."

Dokter: "Aneh, masih segar dalam ingatanku, 2 tahun yang lalu Anda pernah membawa isteri Anda kemari untuk operasi usus buntu. Seumur hidup ini aku tak pernah mendengar seseorang memiliki 2 usus buntu."

"Ah.. pak Dokter, masa pak Dokter tak pernah mendengar seorang memiliki 2 orang isteri?" jawab orang itu.

 

Tidak Mau Minta Maaf

Di sebuah taman kanak-kanak, seorang anak perempuan tiba-tiba menampar seorang anak lelaki. Bu guru minta anak perempuan itu segera minta maaf kepada anak lelaki tersebut, tetapi bagaimanapun ia menolaknya. Bu guru merasa tersinggung dan menanyakannya mengapa ia bersikap demikian.

Anak perempuan itu kemudian menjawab: "Di rumah, biasanya Bapakkulah yang selalu minta maaf kepada Ibuku!"

 

Uang Jajan Seribu

Seorang anak lelaki merengek-rengek minta uang jajan kepada Bapaknya, sang Bapak mengeluarkan sebuah uang logam Rp. 1000 dari kantong bajunya dan diberikan kepada anak lelakinya itu. Namun anak itu tak habis-habisnya menggerutu:

"Rp. 1000.- terlalu sedikit, dengan uang sebesar ini bisa buat beli apa?"

Sang Bapak ingin mendidik anaknya supaya memahami makna peribahasa: berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit, maka itu ia lalu berkata:

"Uang Rp. 1000.- walaupun tak banyak, tapi bila kita kumpulkan sedikit demi sedikit, lama kelamaan jumlahnya juga bisa menjadi sangat banyak. Kalau 2,3 juta orang di seluruh negeri ini, setiap orang memberi kamu Rp. 1000.-, maka kamu akan memiliki uang sebesar Rp. 2,3 milyar."

Anak lelaki itu tetap merasa tak senang dan berkata: "Tetapi 2,3 juta orang di seluruh negeri ini kan bukan Bapakku semua!"

 

Cara Meletakan Tangan

Di sebuah pengadilan, seorang terdakwa selalu meletakkan tangannya ke dalam kantong celananya. Pak hakim berulang-ulang mengingatkan sang terdakwa harus menunjukkan sikap sopan-santun.

Dengan tak sabar terdakwa nyeletuk: "Aku sungguh-sungguh tak tahu apa yang harus kuperbuat! Tangan kuletakkan ke dalam kantong orang, kalian menangkap dan menghukum diriku tanpa ampun, sekarang tangan kumasukkan ke dalam kantongku sendiri, kalian mengatakan aku tak tahu sopan santun! Habis, di mana harus kuletakkan tanganku?"

Sumber

 

 

Istri Meminta dan Memberi

Ada dua orang suami yang sedang berbincang sambil mengeluhkan perihal istrinya masing-masing"

Suami1: "Istriku itu bisa mintaa... melulu, minta hp baru, minta tas baru lah, minta kalung baru... pusing aku jadinya"

Suami2: "Kalau istriku sih selalu memberi..."

Suami1: "Oh ya?, baik benar istrimu itu..."

Suami2: "Iya, ia selalu memberiku masalah, memberiku pekerjaan rumah dan memberiku tagihan barang yang ia kredit... @!#$ "

sumber

Read More --►