B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Istri Meminta dan Memberi

Dua Usus Buntu

Seseorang menelepon dokter langganannya: "Pak Dok, akhir-akhir ini isteriku perutnya sering merasa sakit, nampaknya ia sedang didera radang usus buntu."

Dokter: "Aneh, masih segar dalam ingatanku, 2 tahun yang lalu Anda pernah membawa isteri Anda kemari untuk operasi usus buntu. Seumur hidup ini aku tak pernah mendengar seseorang memiliki 2 usus buntu."

"Ah.. pak Dokter, masa pak Dokter tak pernah mendengar seorang memiliki 2 orang isteri?" jawab orang itu.

 

Tidak Mau Minta Maaf

Di sebuah taman kanak-kanak, seorang anak perempuan tiba-tiba menampar seorang anak lelaki. Bu guru minta anak perempuan itu segera minta maaf kepada anak lelaki tersebut, tetapi bagaimanapun ia menolaknya. Bu guru merasa tersinggung dan menanyakannya mengapa ia bersikap demikian.

Anak perempuan itu kemudian menjawab: "Di rumah, biasanya Bapakkulah yang selalu minta maaf kepada Ibuku!"

 

Uang Jajan Seribu

Seorang anak lelaki merengek-rengek minta uang jajan kepada Bapaknya, sang Bapak mengeluarkan sebuah uang logam Rp. 1000 dari kantong bajunya dan diberikan kepada anak lelakinya itu. Namun anak itu tak habis-habisnya menggerutu:

"Rp. 1000.- terlalu sedikit, dengan uang sebesar ini bisa buat beli apa?"

Sang Bapak ingin mendidik anaknya supaya memahami makna peribahasa: berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit, maka itu ia lalu berkata:

"Uang Rp. 1000.- walaupun tak banyak, tapi bila kita kumpulkan sedikit demi sedikit, lama kelamaan jumlahnya juga bisa menjadi sangat banyak. Kalau 2,3 juta orang di seluruh negeri ini, setiap orang memberi kamu Rp. 1000.-, maka kamu akan memiliki uang sebesar Rp. 2,3 milyar."

Anak lelaki itu tetap merasa tak senang dan berkata: "Tetapi 2,3 juta orang di seluruh negeri ini kan bukan Bapakku semua!"

 

Cara Meletakan Tangan

Di sebuah pengadilan, seorang terdakwa selalu meletakkan tangannya ke dalam kantong celananya. Pak hakim berulang-ulang mengingatkan sang terdakwa harus menunjukkan sikap sopan-santun.

Dengan tak sabar terdakwa nyeletuk: "Aku sungguh-sungguh tak tahu apa yang harus kuperbuat! Tangan kuletakkan ke dalam kantong orang, kalian menangkap dan menghukum diriku tanpa ampun, sekarang tangan kumasukkan ke dalam kantongku sendiri, kalian mengatakan aku tak tahu sopan santun! Habis, di mana harus kuletakkan tanganku?"

Sumber

 

 

Istri Meminta dan Memberi

Ada dua orang suami yang sedang berbincang sambil mengeluhkan perihal istrinya masing-masing"

Suami1: "Istriku itu bisa mintaa... melulu, minta hp baru, minta tas baru lah, minta kalung baru... pusing aku jadinya"

Suami2: "Kalau istriku sih selalu memberi..."

Suami1: "Oh ya?, baik benar istrimu itu..."

Suami2: "Iya, ia selalu memberiku masalah, memberiku pekerjaan rumah dan memberiku tagihan barang yang ia kredit... @!#$ "

sumber

0 komentar: