B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Tips Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Pertanyaan yang Membuat Anda Lebih Fokus

Cara terbaik mengendalikan hidup adalah melalui pertanyaan kepada diri sendiri. Tahukah Anda bahwa bertanya dengan benar kepada diri sendiri dapat menyelamatkan hidup?

Stanislavsky Lech terhenyak ketika tiba-tiba Nazi datang dan menawan dirinya dan seluruh keluarganya. Mereka digiring seperti ternak guna dikirim ke kamp pembantaian di Krakow. Ia depresi berat ketika menyaksikan pembantaian anaknya. Terlebih lagi ketika baju anaknya -yang dipakai saat ditembak mati- dipakai anak lain setelah hari itu.

Ia berusaha bertahan hidup. Suatu hari ia berfikir, jika tetap tinggal, ia akan mati. Ia berfikir bahwa ia harus hidup. Ia bertanya kepada sesama napi, “Bagaimana saya dapat melarikan diri?”
Dan jawab napi lain selalu sama, “Jangan bodoh kau! Berdoalah yang banyak, semoga kau selamat!”

Setiap hari ia selalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Bagaimana saya dapat keluar dari kamp pembantaian ini dengan hidup, selamat, sehat dan sekarang juga?”

Akhirnya ia mendapatkan gagasan melarikan diri dengan menyamar menjadi mayat. Ia merobek-robek bajunya, dan berbaring seperti mayat yang akan diangkut truk. Sesudah menunggu lama, akhirnya truk pengangkut mayat datang. Setelah tiba di kuburan, mayat dikeluarkan dari truk. Ia menunggu hingga larut malam. Setelah yakin tidak ada yang melihat, ia lari telanjang sejauh 25 mil.

Apa perbedaan Stanislavsky dengan teman napi yang lain? Ada banyak faktor. Tetapi perbedaan utamanya adalah ia melontarkan pertanyaan. Ia bertanya serius guna mendapatkan jawaban. Pertanyaan menyebabkan ia membuat keputusan yang cukup berpengaruh terhadap tujuannya. Sebelum mengambil tindakan, membuat keputusan, mendapatkan jawaban, ia bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan yang tepat!

Anda sebaiknya bertanya sepanjang hari. Pertanyaan mengendalikan fokus. Hentikan bertanya seperti ini, “Mengapa hidup tidak adil?”,
“Mengapa cita-cita saya gagal?”
dan gantilah menjadi dengan menanyakan dengan hal-hal yang memberikan jawaban berguna.
Misalnya:

- Apa yang dapat membuat saya hidup bahagia saat ini?
- Apa yang membanggakan dalam hidup ini?
- Apa anugerah dalam hidup ini yang sudah saya rasakan?
- Apa yang telah saya pelajari dalam hidup hari ini?
- Apa nilai tambah hidup saya hari ini?

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan membuat Anda lebih fokus, dan akan membuat hidup Anda lebih hidup.

Oleh: Anthony Robbins  Notes from A Friend.

Sumber: QuickStart

Read More --►

Berani Tampil Beda


“Don’t let anyone tell you that you have to be a certain way. Be unique. Be what you feel.” (Mellisa Etheridge). Menjadi seseorang berbeda (unique) itu tidak mudah. ‘Beda‘ berarti Anda harus berani melakukan sesuatu yang tidak sama dengan orang lain atau ‘Beda‘ juga berarti berani melawan arus serta berani mempertahankan prinsip yang Anda anggap benar. Menjadi seseorang yang berbeda dapat juga membuat Anda ‘menonjol’ -mendapat perhatian lebih- di antara komunitas Anda. Bagian yang paling sulit adalah saat membuktikan kepada orang lain kalau perbedaan Anda bisa membuahkan kesuksesan dan keberhasilan. Berikut ini beberapa Tips yang bisa menginspirasi Anda untuk tampil unique:

1. Kreatif.
Temukan hal-hal baru yang belum terpikirkan oleh orang lain dan kalau berhasil, jangan malu untuk mensosialisasikan. Atau ketika orang-orang senang dengan gaya desain minimalist, Anda menawarkan desain bergaya deconstruction, sehingga bisa menjadi sebuah terobosan (breakthrough)

2. Percaya Diri dan Cintai Diri Anda. 
Mau gendut, kerempeng, pendek atau jerawatan, tetap percaya kalau pesona dari dalam -buat kaum cewek inner beauty- lebih penting. Anda tidak perlu minder dengan kondisi fisik Anda saat ini, cobalah gali potensi yang lain sehingga Anda dapat tampil percaya diri. Lionel Messi (Pemain sepak bola Argentina/Barcelona, dengan problem pertumbuhan badan), Dewi Hughes (enterteiner dengan ukuran badan super besar), Andara Early (Presenter, dengan permasalahan jerawat wajah) adalah pribadi-pribadi yang mampu menggali potensi diri yang lain untuk ditonjolkan dan membuat mereka selalu percaya diri dan mencintai diri mereka sendiri.

3. Menjadi Pelopor.
Seandainya di kantor sedang demam pemakaian modem internet eksternal, setidaknya sudah menjadi rahasia umum kalau Andalah yang memulainya.

4. Memegang Prinsip.
Berbuat sesuatu karena Anda memang ingin melakukannya berdasarkan pertimbangan kondisi pribadi Anda, bukan karena semua orang sudah melakukannya. Misalnya, ketika rekan-rekan satu kantor telah memiliki kartu kredit, Anda tidak perlu minder dan bingung, untuk kemudian ikut membuka kartu kredit. Cobalah untuk ‘berkaca’ dan menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Apakah sudah waktunya Anda memiliki kartu kredit? Apakah Anda telah siap untuk mengangsurnya? Apakah Anda bisa menahan diri untuk tidak berbelanja lebih di setiap bulannya? Apabila Anda hanya membutuhkannya, untuk kemudahan transaksi, Anda bisa’menjebataninya’ dengan kartu debet.

5. Tampil Menonjol.
Tampil menonjol bukan berarti Anda harus lebih dibandingkan rekan-rekan dalam komunitas Anda. Bukan berarti Anda harus tampil ‘ter’ daripada mereka seperti, ter-imut, ter-pandai, ter-cantik, ter-tinggi, ter-kaya, ter-mutakhir atau ‘ter’ lain yang positif. Justru disini Anda harus berani melawan arus brand image tersebut. Misalnya, apabila seluruh lingkungan kantor Anda menggunakan mobil ke kampus, Anda cukup menggunakan motor -selain tampil bersahaja anda juga dapat berhemat. Atau apabila rival-rival Anda mendekat cewek idaman Anda dengan mengapel, mendekatinya di setiap momen acara kantor, Anda cukup melakukan sedikit tatap muka dengan senyum tanpa kata ketika bertemu dia, dsb




Read More --►

Tips Menjaga Keamanan Data Ponsel Anda

HP-Lock Kemajuan teknologi informasi membuat ponsel semakin beragam dan canggih fiturnya. Lewat ponsel, Anda tidak sekadar bisa menelepon dan ber-sms ria saja, tapi juga bisa dipakai untuk mengakses Internet, foto, merekam video, cek e-mail, bahkan chatting.
Di era canggih seperti sekarang ini, tidak menutup kemungkinan seluruh isi data yang ada di ponsel Anda terkuak isinya. Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba terapkan untuk menjaga keamanan data ponsel Anda, setidaknya untuk meminimalisir kemungkinan dicurinya data Anda.
1. Pastikan selalu mengecek status konektifitas ponsel, misalnya bluetooth atau infra-red.
Sebaiknya jangan biarkan fitur tersebut aktif karena memungkinkan orang lain masuk ke ponsel Anda. Pastikan konektifitasnya selalu dimatikan setelah digunakan. Lalu bila ada permintaan untuk koneksi ke ponsel dan Anda tidak tahu itu siapa, tak ada salahnya jika Anda me-rejectnya demi keamanan.
2. Manfaatkan fitur keamanan yang ada di ponsel Anda.
Umumnya ponsel dilengkapi dengan satu atau beberapa kode keamanan untuk melindunginya terhadap penggunaan yang tidak berwenang. Kode ini biasa dikenal dengan PIN (Personal Identification Number) dan PUK (Personal Unblocking Key), yang ditujukan untuk melindungi kartu SIM (simcard).
* Kode PIN adalan kode yang paling umum digunakan. Kode PIN ini bisa Anda atur sendiri, bisa juga diaktifkan atau dinonaktifkan.
* Selain kode PIN, ada juga yang dinamakan kode PIN2 yaitu kode PIN yang berfungsi sebagai perlindungan lapis kedua untuk sejumlah fitur tertentu pada ponsel Anda. Kode ini berfungsi sama seperti kode PIN.
* Jika Anda beberapa kali salah memasukkan kode PIN, biasanya ponsel Anda akan meminta kode PUK. Kode PUK adalah kode yang terdiri dari 8-digit yang disediakan oleh operator atau penyedia layanan ponsel Anda.
3. Backup semua data penting yang ada di ponsel ke komputer.
Jika takut data yang ada di ponsel Anda terkuak isinya, tak ada salahnya jika semua data penting yang ada di ponsel tersebut di-backup ke komputer. Tujuannya agar saat data penting yang ada di ponsel hilang atau rusak, Anda tak perlu was-was karena data tersebut sudah tersimpan juga di komputer.
4. Jangan lupa untuk mencabut memori eksternal ponsel seperti memory card (MMC) atau SD card, jika ponsel tersebut akan di-service.
Seringkali sang pemilik ponsel lupa bahwa ada data rahasia di ponselnya, padahal ponsel tersebut akan 'menginap' di tempat service. Iya kalau petugas service-nya tidak usil. Kalau ia iseng, bisa saja data rahasia Anda disalin lalu dieksploitasi olehnya. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, sebaiknya cabut memori eksternal ponsel Anda sebelum masuk 'bengkel' HP.
Sekedar informasi, teknologi kini telah mampu membaca ulang seluruh isi data yang pernah mampir di ponsel. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, perusahaan Trust Digital yang berbasis di McLean, Virginia, Amerika Serikat (AS) berhasil memunculkan ulang seluruh isi SMS dan e-mail yang ada di ponsel. Sayangnya, pihak perusahaan enggan membeberkan software apa yang digunakan.
Mantan konsultan keamanan Cyber Presiden Bush, Howard Schmidt, saat itu menyarankan untuk mengetikkan password yang salah sebelas kali berturut-turut. Menurutnya, hal itu bisa dapat mengakibatkan data yang ada di dalam ponsel hancur (self-destruct).
5. Untuk ponsel berkamera, jangan gunakan untuk kepentingan privasi.
Ponsel sudah dianggap sebagai sebuah identitas dan rahasia. Tidak menutup kemungkinan bagi orang lain akan mencari cara untuk mengkesploitasi isinya. Untuk itulah, jangan sesekali memakai ponsel Anda untuk kepentingan pribadi yang bersifat rahasia dan sensitif. Misalnya mengambil dan menyimpan foto-foto atau rekaman pribadi yang 'vulgar'.
6. Jangan sembarangan meminjamkan ponsel Anda kepada orang lain.
Teman terkadang bisa menjadi lawan, apalagi jika teman Anda itu punya niat jahat terhadap Anda. Bisa jadi data penting, entah itu berupa foto 'vulgar' atau video klip rahasia, disalin lalu disebarkan oleh teman Anda itu.
Sumber : cheap website

Read More --►

Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja

Banyak hal yang dapat menentukan produktivitas kita sebagai seorang pekerja di kantor. Salah satunya adalah suasana dan penataan ruangan. Semakin sehat dan nyaman penataannya, makin baik produktivitas karyawan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda usahakan di kantor.

1. Miliki sandaran tempat duduk yang nyaman. Kursi yang nyaman adalah kursi yang bisa menyangga punggung bagian bawah dan bisa diatur ketinggiannya. Usahakan agar lutut Anda bisa berada dalam keadaan lurus dan telapak kaki bisa menjejak lantai dengan pas. Pastikan juga saat mengetik, Anda duduk tegak dan lengan Anda bisa beristirahat.

2. Atur jarak monitor dengan Anda. Leher dan mata akan terasa lelah jika terlalu dekat atau terlalu jauh dari monitor. Jarak ideal antara monitor dengan Anda adalah antara 45-70 cm, dengan posisi sejajar pandangan mata yang lurus. Untuk menghindari kelelahan mata, jangan taruh komputer membelakangi jendela yang terang. Perlu diingat pula, usahakan agar tulang belakang Anda tetap lurus saat menghadapi komputer. Jangan menempatkan layar dan keyboard komputer menyerong di meja. Lama-kelamaan ini akan menimbulkan masalah pada tulang punggung Anda.

3. Gunakan kubikel dan sekat untuk memisahkan ruang Anda dengan rekan kerja lain. Privasi dan suasana yang tenang bisa membuat Anda lebih konsentrasi dalam bekerja.

4. Atur pencahayaan di ruangan kantor Anda. Cahaya yang cukup dan tidak berlebihan bisa memberikan semangat pada Anda untuk bekerja lebih giat. Terlalu gelap akan membuat kita sulit bekerja. Sebaliknya, terlalu banyak sinar dari lampu juga tak baik untuk kreativitas. Upayakan juga agar masih ada sinar matahari di dalam ruangan.

5. Hindari cedera pada leher karena terlalu banyak mengapit gagang telepon dengan pundak dan telinga Anda. Sebaiknya Anda membeli headset saja. Selain memberi Anda keleluasaan bergerak saat menelepon di kantor, Anda juga terhindar dari cedera.

6. Cari suhu/temperatur yang paling tepat dari pendingin udara untuk seluruh karyawan di ruangan Anda bekerja. Temperatur yang tepat amat baik untuk membantu Anda bekerja sebaik-baiknya. Terlalu dingin akan membuat otak Anda susah bekerja. Terlalu panas sehingga berkeringat pun akan membuat Anda tidak nyaman dalam bekerja.

7. Terakhir, kenangan-kenangan manis dari orang-orang yang memotivasi Anda untuk bangun dan bekerja setiap hari tentu amat patut disimpan di meja kerja. Maka, letakkan foto orang-orang terkasih (orangtua, pasangan hidup, kekasih, teman, saudara, dll) - plus hewan peliharaan Anda - di atas meja Anda.
 

Selamat bekerja...! Semoga produktivitas Anda dalam pekerjaan bisa terus meningkat dan Anda bisa meraih sukses yang dicita-citakan.



Read More --►

Formula Rahasia Berpikir Positif

Formula Rahasia Berpikir Positif
Oleh:Prof. Dr. Roy Sembel & Sandra Sembel

Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda, begitu kata pepatah. Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel.

Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif berikut.

Kekuatan Berpikir Positif

Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?

Melihat Positif.
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.

Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.

Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.

Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.

“Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?”

“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum’at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum’at?”

Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.

Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.

Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif.

Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.”

“Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.”

Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.

Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.

Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.

Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.

Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.

Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.

Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.

Formula Berpikir Positif

Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.

Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.

Lalu, kita putar `film kegiatan kita’ di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.

Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.

Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.

Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.

Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah’ dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.

Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh kedepan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.

Berpikir Mungkin.
Kata `mungkin’ ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.

Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan.

Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir `mungkin’, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.

Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.

Selamat berpikir positif.
Sukses untuk kita semua.

Sumber



Read More --►

Cara Kaya Melalui Properti

Bagaimana Anda bisa kaya lewat Properti

Saya membaginya menjadi 4 Golongan

  • Judi
  • Dagang
  • Pembebas Lahan
  • Investasi

Saya akan jelaskan satu persatu dari masing-masing Golongan ini Golongan Penjudi

Golongan Penjudi

Golongan Penjudi adalah golongan yang kebanyakan orang awam pakai dimana mereka dalam keputusan membeli property hanya bedasarkan mitos bahwa harga property akan selalu naik jadi mereka membeli main asal membeli saja tampa ada proses survey harga dan survey pertumbuhan harga property.

Bahkan ada yang berani membeli rumah tetapi rumahnya belum jadi mereka membeli ruah hanya berdasarkan gambar saja gambar saja dan rayuan sales pejual yang menjajikan bahwa harga rumah akan segera naik nantinya.

Memang banyak yang menjadi kaya dari golongan ini hal ini terjadi bila developer yang membengun benar-benar credible dan memenuhi janji-janjinya sehingga pembeli menyebabkan harga benar-benar naik. Tetapi banyak juga yang menjadi rugi dari golongan ini karena apa pertama mereka ternyata membeli kemahalan sehingga balik modalnya lama kedua ternyata developer tidak bertanggung jawab sehingga pembangunan tidak sapa berjalan penuh hanya sebagian saja sehingga menyebabka harga yang djanjikan naikternyata tidak naik bahkan ada developer yang sudah mengambil uang DP tetapi rumah atau property tidakjadi-jadi karena developer yang bersangkutan bangrut jika demikian maka menyebabkan kerugian bagi investor

Golongan Pedagang

Golongan pedagang adalah golongan yang melakukan jual beli property golongan pedagang ini dalam mengambil keputusan membeli property ketika harga property yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar lalu mereka membeli propertinya lalu di perbaiki sedikit dan di jual lagi dengan harga yang lebih mahal.

Banyak orang yang kaya lewat jalan ini tetapi ini juga ada kelemahannya yaitu Anda harus memiliki modal gede dan keuntungannya hanya sekali saja yaitu ketika rumah laku di jual setelah itu Anda harus mencari lagi dari awal.

Golongan Pembebas Lahan

Golongan pembebas lahan adalah golongan yang melakukan jual beli property dengan cara membebaskan lahan yang sangat luas lalu memberikan nilai tambah di atas lahan tersebut sehingga lahan yang dia beli harganya bisa naik ber puluh-puluh kali lipat. Golongan ini biasanya adalah golongan developer yang memiliki modal besar sehingga memiliki dana untuk membebskan lahan. Tetapi golongan ini sangat rentan dengan kenaikan harga dan kenaikan suku bunga.

Golongan Investor

Golongan yang membeli property atau rumah dengan dasar keputusan ketika harga property tersebut turun dan tidak akan menjualnya sampai kapanpun karena mereka membiarkan property mereka bekerja untuk mereka.

Mereka menggap ketika membeli property kita harus untung terlebih dahulu di depan lalu tiap bulannya mereka juga harus mengambil keuntungan dengan memberdayakan rumah yang mereka beli sehingga mereka memberdayakn rumah yang mereka beli dengan maksimal.

Berdasarkan golongan ini saya menemukan teori baru bagaimana agar Anda dapat memebeli rumah secara Gratis tampa keluar uang sepeserpun malah tiap bulan Anda mendapat passive income yang besar.

Dan dengan cara ini Anda bisa merubah nasib Anda dari yang semula biasa-biasa saja dalam waktu singkat mereka berubah menjadi milyader dalam waktu kurang dari 1 tahun.

Berbahagialah Anda bisa menemukan rahasia ini, rahasia yang telah banyak merubah kehidupan seseorang dari yang tadinya biasa-biasa saja menjadi milyader dalam waktu singkat. Anda bisa bayangkan dari asalnya Anda bekerja untuk mendapatkan rumah sekarang rumah yang bekerja untuk Anda.

Ambillah langkah untuk maju dan menjadi lebih baik setiap hari Apapun pilihan Anda, saya ingin memberikan semangat untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan untuk Anda.



Salam dasyat

Read More --►

Kesenjangan

Seekor anak elang begitu serius menatapi suasana kehidupan dari atas bukit. Pandangannya yang tajam terus mengikuti hampir setiap gerakan yang muncul. Ular yang merayap dari bebatuan satu ke bebatuan lain. Kelinci yang melompat dari rerumputan satu ke rerumputan lain. Ikan-ikan yang melenggak-lenggok mengusik kejernihan bayangan permukaan air dan lain-lain.

Satu hal yang membingungkan si anak elang: semua gerakan itu tampak begitu lamban. Bagaikan kombinasi beberapa titik yang bergerak lambat. "Kenapa mereka begitu lambat?" ujarnya dalam seribu satu keingintahuan.

Ia pun mengangguk-angguk ketika beberapa elang dewasa memangsa hewan-hewan di bawah bukit itu dengan mudah. "Tentu saja kena. Mereka begitu lamban!" gerutunya penuh yakin.

"Kamu tidak turun memangsa, Nak?" teriak salah satu elang dewasa di dekatnya. "Aku belum mahir terbang!" jawab si anak elang seperti tak peduli. Ia masih disibukkan dengan berbagai keheranan: kenapa hewan-hewan di bawah sana begitu lambat?

Di suatu hari yang cerah, si anak elang akhirnya memaksakan diri belajar terbang. Ia mulai melenturkan kedua sayapnya yang belum terpakai kecuali hanya untuk berlari di sekitar sarang. "Ah, aku yakin bisa!" ucapnya sambil menatap ke bawah. Bongkahan batu-batu besar, menjulangnya pohon-pohon pinus menambah tantangan tersendiri buat si anak elang. Dan, ia pun mulai terbang.

Di luar dugaan, tiupan angin besar tiba-tiba bertiup dari arah belakang. Karena belum pengalaman, si anak elang pun terpelanting. Ia menabrak salah satu dahan pinus. Tubuh elang muda itu pun terperosok di salah satu semak belukar. Salah satu sayapnya terluka.

Baru kali itu si anak elang menginjakkan kakinya di dataran rendah. Dan, baru kali itu pula ia menyaksikan sendiri seperti apa gerakan hewan-hewan 'bawah' dari arah dekat. "Ah, selama ini aku salah. Ternyata, hewan-hewan itu bergerak begitu cepat. Cepat sekali!" ucapnya penuh kekaguman. **

Ada kesenjangan lain dalam dunia kehidupan. Antara, dunia atas dengan dunia bawah. Antara mereka yang terbiasa menatap gerak kehidupan dari tempat tinggi, dengan yang melakoni gerak kehidupan dari dunia bawah. Dua-duanya punya kesimpulan sama: gerakan mereka begitu lamban!

Persoalannya mungkin sederhana. Keasyikan berada di tempat-tempat tertentu, atas atau bawah, menjadikan pandangan begitu terbatas. Jarak jika terus dalam jauh, dan keasyikan jika terus dalam dunianya sendiri; akan menyuburkan kesenjangan ini.

Semoga kita tidak seperti yang dialami anak elang, yang baru memahami kesenjangan ketika keadaan memaksanya turun dari tempat atas.


(muhammadnuh@eramuslim.com)

Read More --►

Sembilan Hal yang Harus Dikuasai dalam Berbisnis

Saya sangat suka dengan definisi Brad Sugars mengenai bisnis, yaitu: bisnis adalah suatu usaha komersial yang menguntungkan dan berjalan tanpa keterlibatan anda.

Untuk mencapai kondisi itu tentunya ada caranya. Ada ilmunya. Ada tahapannya. Menurut Brad Sugars, ada enam tahap dalam membangun dan mengembangkan bisnis:

1. Mastery
2. Niche
3. Leverage
4.Team
5.Synergy
6. Result

Saya akan coba bahas mengenai tahap yang pertama. Mastery - adalah tahap awal dalam mengembangkan bisnis. Bagaimana bisnis itu bisa menghasilkan profit secara produktif berdasarkan informasi yang cukup untuk pengambilan keputusan.

Apa saja yang harus di-mastery (dikuasai)?

1. Uang, atau cashflow. Yaitu bagaimana kita menguasai data keuangan historis dan bagaimana dengan data itu kita bisa melakukan sesuatu di masa depan. Cashflow is king. Dengan cashflow itu kita mau buat apa? Jangan terpaku pada mengejar profit di kertas, tapi uangnya nggak ada di tangan. Anda harus kuasai ini. Ini adalah pondasi bisnis anda. Dengan cashflow yang kuat, apa pun bisa anda lakukan.

2. Target break even atau titik impas. Berapa banyak produk yang harus dijual, atau berapa banyak pelanggan, atau berapa rupiah penjualan per hari yang dibutuhkan untuk mencapai target titik impas itu. Kalau anda nggak tahu ini, bisa bahaya. Misalnya, sewa tempat, biaya, plus gaji karyawan per bulan adalah 3 juta, artinya biaya anda adalah 100 ribu per hari, berarti keuntungan yang harus diperoleh adalah minimal 100 ribu per hari. As simple as that.

3. Profit margin atau marjin keuntungan. Harus ditarget atau dibuat budgetnya, berapa profit margin yang harus didapat per hari untuk mencapai target yang diinginkan. Harus jelas berapa persentasenya atau nilai nominalnya. Mengutak-atik hitungan margin ini merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Inilah salah satu permainan bisnis yang menggairahkan.

4. Reporting atau pelaporan. Anda harus tahu angka-angka vital dalam bisnis anda per hari, per minggu, per bulan sehingga anda bisa membuat keputusan berdasarkan ini di masa depan. Berapa produk terjual hari ini, berapa marginnya, berapa jumlah transaksi hari ini, berapa prospek yang masuk ke dalam toko, dan sebagainya. Anda harus tahu ini.

5. Test and Measure atau uji ukur. Apa pun yang anda lakukan harus diuji dan diukur hasilnya. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa diukur tingkat keberhasilannya. Buat indikator kinerja kunci, yaitu apa saja indikator-indikator di bisnis anda yang merupakan kunci atau penentu vital.

Harus anda identifikasi faktor-faktor ini. Misalnya anda buat brosur. Berapa biayanya? Bagaimana hasilnya? Untung atau rugi? Kalau untung, lanjutkan. Kalau rugi, diubah, diperbaiki atau dihentikan.

6. Delivery. Delivery juga saya artikan memberikan apa yang anda janjikan.


Kalau anda sudah terima uangnya, ya anda harus berikan barangnya sesuai yang anda janjikan mencakup jumlah, kualitas dan waktu pengirimannya. Jangan berusaha menjanjikan yang hebat atau superior. Lebih baik yang biasa-biasa saja tapi konsisten. Berusahalah menutupi setiap lubang kelemahan yang ada. Sedikit demi sedikit.

7. Time. Kuasilah waktu. Produktivitas anda, bisnis anda, organisasi anda sangat tergantung kepada kemampuan anda menguasai waktu. Banyak teori mengenai penguasaan waktu ini, misalnya teori pareto (prinsip 80/20) atau the power of least effort.

8. Goal atau tujuan. Tujuan itu harus jelas dan disampaikan kepada organisasi kita. Tujuan itulah sebagai penunjuk arah bagi orang-orang yang mengikuti di belakang kita. Dari mana kita melangkah dan sampai di mana kita nanti, harus jelas dimengerti oleh mereka.

9. Self mastery. Menguasai diri sendiri, atau pengendalian diri. Ini menyangkut disiplin. Ini menyangkut fokus. Ini adalah harga yang harus anda bayar untuk mencapai kesuksesan.

Saya sendiri masih terus belajar dan mempraktekkan ilmu dari guru small business ini. Ilmunya banyak yang masuk akal buat saya. Cocok dengan kondisi bisnis yang saya jalankan saat ini. Mudah-mudahan cocok juga untuk bisnis anda.


sumber : www.tangandiatas.com

Read More --►

Tiga Ilmu Inti Menghasilkan Pasif Income

Pasif murni menurut rich dad nya Kiyosaki adalah real estate. Yang setengah pasif (disebut portofolio) adalah penghasilan dari saham. Bisnis juga setengah pasif yang didapat dari pengeluaran baik – yaitu yang mengurangi pajak dan menambah aset (good expense) dan deviden (hak saham yang bersifat portofolio).

Uniknya saat mendengarkan audio book Kiyosaki, dia bilang bahwa sumber utama adalah :
bisnis, real estate, dan asuransi. Asuransi? Ya, asuransi.

Setelah coba saya renungkan, menurut saya pemahamannya seperti ini, yaitu :
  • Bisnis : esensinya adalah sistem yang berjalan baik tanpa kehadiran anda. Buku yang baik mengenai ini adalah buku Michael Gerber berjudul E-Myth.
  • Real estate : esensinya adalah hak hukum, anda dibayar karena diberi hak oleh hukum, misalnya paten, menyewakan alat, bahkan menyewakan udara! (Misalnya frekuensi seluler. Kabarnya sebuah operator perlu bayar ke negara hingga 400 milyar setahun untuk menggunakan frekuensi tertentu. Artinya negara mendapat pasif income dari hal ini.) Tukang parkir juga sebenarnya punya hak real estate. Preman yang suka ngutip (sama halnya aparat ‘jahat’) juga mendapatkan uang dari real estate (baca: pemerasan).
  • Asuransi : esensinya adalah manajemen resiko. Permainan saham dan valas sebenarnya juga wujud dari permainan asuransi. Anda beli saat murah, diproteksi pakai asuransi, lalu dijual saat mahal. Menanam modal dan bisnis asuransi adalah bentuk manajemen resiko.

Semua kegiatan yang menghasilkan pasif dapat terkategori dalam salah satu hal di atas. MLM juga menerapkan hal yang mirip yaitu kombinasi sistem dan hak hukum. Anda punya hal hukum dibayar dari kinerja downline (real estate). Bertindak sebagai agen (penjualan tiket, distribusi voucher, dsb) merupakan kegiatan ‘real estate’ juga.

Sementara itu bila Anda membuat dan menjual produk sebenarnya masuk kategori sistem bisnis. Dalam hal ini bukan produknya yang penting, tapi sistem produksi dan penjualannya yang penting. Bila kita memberikan lisensi produk, maka kita masuk dalam bisnis ‘real estate’ yaitu royalti dari paten maupun franchise.

Yang juga menarik adalah asuransi. Ini permainan tingkat tinggi yang dipahami kalangan kaya. Kalau orang miskin tidak mau (dan tidak mampu) beli asuransi, kelas menengah membeli asuransi, maka orang kaya menjual asuransi. Dengan ilmu matematika aktuaria, dan prinsip-prinsip pengelolaan investasi, maka resiko bisa diperhitungkan dan disiasati.

Singkatnya : ilmu pasif income ada di tiga hal tersebut, yaitu kemampuan membuat sistem (bisnisman baru disebut berhasil kalau bisa meninggalkan bisnisnya di tangan orang lain, dan bisnisnya tetap jalan terus), kemampuan mendapat hak hukum (orang politik dan broker nih biasanya, juga pemegang paten dan franchise, juga para pemilik real estate), dan kemampuan manajemen resiko (pengelola investasi, seperti Warren Buffet, juga penjamin asuransi)

Simple story. Suatu ketika saya mendapat kesempatan menjembatani investasi bisnis di bidang transportasi. Karena jasa itu saya mendapat komisi selama 2 tahun sebesar 2 persen dari nilai investasi. Ini termasuk jenis hak hukum (real estate). Lumayanlah, setiap bulan saya mendapat pasif income yang nilainya sebesar gaji bulanan saya! Bayangkan kalau tiap bulan kita mampu mencetak uang dengan cara seperti itu. Jelas bisa kaya.

Salah satu konsep yang menarik dari rich dad adalah teka-teki 90/10, yaitu kemampuan 10 persen orang yang sanggup menguasai 90 persen uang di dunia ini. Teka-teki itu adalah : bagaimana menghasilkan uang tanpa mengeluarkan uang. Hal ini mungkin, dengan terus berlatih. Anda bisa menjadi agen transaksi, menjadi pemodal sementara sebelum menjual lagi, beli volume besar kemudian dibuat retail, dan sebagainya. Kalau sudah bisa memecahkan teka-teki ini berarti Anda adalah kandidat 10 persen orang yang menguasai 90 persen peredaran uang.

Saya mau berbagi cerita yang menurut saya hebat sekaligus bisa membuat sedih. Ini saya dapat dari orang Indosat mengenai kontroversi penjualan saham Indosat sekitar dua tahun lalu. Saya tulis sebagai bahan pelajaran bahwa orang Indonesia itu pintar (IQ tinggi), namun orang Singapura lah yang cerdik (PowerQ nya tinggi). Kalau Anda punya info lebih akurat, mohon saya dikoreksi (info ini saya dapat dari orang dalam yang terpercaya, pihak yang protes dengan transaksi itu, tentu saja masih sudut pandang sepihak).

Saat itu pemerintah butuh duit. Maka Indosat dipilih untuk divestasi. Menurut kabar, saham Indosat bernilai buku setara 25 ribu per lembar. Namun karena pasar lesu – dan di’goreng-goreng’ para pelaku saham – nilai saham ini berhasil dijatuhkan hingga seakan-akan 8 ribu saja (pedih). Maka datanglah pihak Singapura dengan ‘gagah’ mengatakan bahwa akan membeli di harga 12 ribu, premium 50% lebih tinggi dari pasar. Watch out, harga ‘asli’nya 25 ribu, dibuat seakan 8 ribu, lalu dibeli 12 ribu. Walau seperti gagah, sebenarnya nilai pembelian itu hanya separuh harga aslinya! Kalau pemerintahnya cukup cerdas, mestinya jangan dijual itu saham!

Cerita berlanjut. Kabarnya pihak STT Singapura meminjam bank untuk membeli saham tersebut, dengan jaminan : saham Indosat yang dibeli itu sendiri! (karena nilainya sebenarnya 25 ribu, dua kali lipat nilai pinjaman).

Oke. Akhirnya Indosat dibeli dengan nilai 600 juta dolar untuk berapa ya, 50% atau 40% saham (saya lupa). Saat itu Indosat dinilai hanya dari bisnis selulernya (Satelindo dan IM3), padahal Indosat memiliki jalur backbone terbesar keluar negeri! Sebagai pembanding, telkomsel melepas nilai 12% sahamnya sebesar 360 juta dolar ke pada SingTel Singapura. Apakah nilai Indosat semurah itu?

Nah ini bagian cerdiknya. Singapura kemudian memecah saham Indosat (split) menjadi 5 bagian yang lebih kecil. Setiap saham baru dia beri harga 5 ribu. Lebih murah daripada sebelumnya? Tentu tidak, saudara. Total 5 saham baru seharga 5ribu senilai dengan 1 saham lama seharga 25ribu. Saham Indosat kembali dinaikkan ke harga aslinya!

Jadi bila pihak Singapura melepas separuh sahamnya, maka dia sudah bisa membayar lunas hutangnya ke bank! Dan tetap memiliki separuh sisanya, seakan GRATIS!

Nasib buruk memang menyertai bangsa yang bodoh dan sedang miskin. Sekarang kabarnya kita berusaha naik banding menggagalkan transaksi aneh itu, bahkan terbetik kabar mau membeli balik saham Indosat dengan harga baru tersebut (ah, bodoh sekali…). Kata rekan yang pihak dalam itu, dengan nilai pinjaman 600 juta dolar, sebenarnya Indosat sendiri mampu mengembalikan investasi dalam 4 tahun. Cukup dipinjami, tidak perlu dijual dengan konyol! Dengan 200 juta penduduk, bisnis komunikasi di Indonesia selalu cerah, dan Indosat saat itu adalah perusahaan yang sangat sehat. Jadi, mengapa harus Inul.. eh salah Indosat?

Lesson : kita perlu belajar menciptakan uang tanpa uang dengan kecerdikan Singapura itu (tentu saja tanpa permainan politik tak etis –kalau memang ada- di belakangnya). Itulah mengapa Singapura lebih kaya, mereka mampu memecahkan teka-teki 90/10, menciptakan uang tanpa uang. Benarlah kata rich dad nya Kiyosaki : uang itu cuman gagasan!

(Informasi itu akurat dari pihak dalam, tapi kalau ada yang bisa menyeimbangkan akan lebih baik. Info tersebut dari kubu penentang divestasi Indosat. Silahkan Anda nilai sendiri keakuratannya.)

Oke, kita sudah diberitahu 3 ilmu inti menghasilkan pasif income. Kalau menguasai salah satu ilmu itu saja sudah hebat. Syukur-syukur kalau kombinasi dua, atau ketiganya sekaligus.

Bercita-cita Menjadi Investor

Menjadi investor? Bukankah cita-cita yang umum adalah menjadi dokter, menjadi pilot, menjadi insinyur, atau menjadi artis?

Ya, itulah cita-citanya orang yang tidak kaya (atau yang orang tuanya tidak punya ilmu menjadi kaya). Ini tidak bermaksud menghina, ini hanya sekedar menunjukkan perbedaan orang yang kaya dengan yang tidak kaya (kelas menengah atau miskin) dalam mendidik anaknya.

Didikan orang tua (yang tahu caranya) kaya adalah : jadilah investor, baru kemudian apa pun profesi yang kamu inginkan!

Setelah jeda yang sangat lama, saya kembali membuka buku Kiyosaki berjudul Guide to Investing. Ini satu di antara 3 buku Kiyosaki yang menjadi favorit saya. Buku yang lain adalah Retire Young Retire Rich, dan Cashflow Quadrant. Ya, Anda benar, saya menjadikan Kiyosaki sebagai salah satu guru saya. Virtual tentu saja.

Buku Guide to Investing ini cukup padat isinya dan saya tidak bermaksud menulis ulang isi buku ini (silahkan baca sendiri). Satu hal yang menarik untuk dikaji adalah esensi dari semua kegiatan yang Anda lakukan untuk menjadi kaya adalah ‘muara akhirnya’ yaitu : menjadi investor.

Anda boleh menjadi seorang karyawan (E:employee), sebagai seorang pekerja mandiri (S : self employee), atau menjadi bisnisman (B : businesss owner). Anda bebas memilih menjadi apa pun, atau sebaliknya tidak menjadi satu pun dari karyawan, pekerja mandiri, atau bisnisman itu. Namun Anda wajib menjadi investor (I : investor). Inilah satu-satunya jalan menjadi kaya.

Nah, karena kita dilahirkan dengan kondisi berbeda-beda, maka tidak semua orang langsung bisa terjun total sebagai investor. Kita perlu belajar dulu, perlu pengalaman dulu, dan perlu modal dulu. Itulah kenapa kita semua memerlukan profesi E, S, B, sebagai jembatan menuju profesi ultima yaitu sebagai I (investor).

Kalau begitu kita perlu segera terjun ke pasar saham dong? Atau ikut MLM (kata orang MLM)? Atau jual beli rumah? Salah.

Langkah pertama adalah mengenal apa itu investasi. Dan jauh dari yang dibayangkan kebanyakan orang, investasi itu bukan main saham, bukan jual beli rumah, bukan juga rame-rame ikut MLM. Itu semua cuma disebut ‘kendaraan investasi’. Investasi menurut Rich Dad nya Kiyosaki adalah : sebuah rencana!

Investor Lesson #4 : Investing is a plan, not a product or procedure. Investing is a very personal plan. (Guide to Investing. Kiyosaki)

Saya kutipkan percakapan Kiyosaki dengan ‘ayah kaya’ nya sebagai berikut :

Dalam salah satu pelajaran saya (Kiyosaki - red.) mengenai investasi, ia (ayah kaya - red.) bertanya, “Tahukan kamu mengapa ada begitu banyak tipe mobil dan truk yang berlainan?”

Saya memikirkan pertanyaan itu sebentar, lalu menjawab, “Aku rasa karena ada begitu banyak tipe orang yang berlainan dan mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang berbeda. Seorang lajang mungkin tidak membutuhkan station wagon besar berkursi sembilan, tapi suatu keluarga dengan lima anak mungkin membutuhkan itu. Dan seorang petani akan memilih truk pickup daripada mobil sport dua kursi.”

“Tepat,” sahut ayah kaya. “Dan itu sebabnya produk-produk investasi sering disebut ‘kendaraan investasi’.”

“Mengapa istilahnya ‘kendaraan’?” tanya saya lagi.

“Sebab tugas semua kendaraan adalah membawamu dari titik A ke titik B!” jawab ayah kaya.

“Suatu kendaraan investasi hanya membawamu dari titik finansial sekarang ke titik finansial yang kamu inginkan, entah kapan di masa mendatang.”

“Dan itu sebabnya investasi itu adalah rencana,” sahut saya sambil mengangguk pelan. Saya mulai paham.

“Investasi itu seperti merencanakan suatu perjalanan, misalnya dari Hawaii ke New York. Jelas, kamu tahu bahwa untuk awal perjalananmu sepeda atau mobil tidak akan memadai. Kamu perlu kapal laut atau pesawat terbang untuk menyeberangi laut,” kata ayah kaya.

“Dan sekali saya mendarat, saya bisa berjalan, mengendarai sepeda, atau bermobil, naik kereta api, bus, atau terbang ke New York,” tambah saya. “Semuanya kendaraan yang berbeda.”

Ayah kaya mengangguk. “Dan yang satu tidak lantas berarti lebih baik dari yang lain. Jika kamu punya banyak waktu dan betul-betul ingin melihat negeri ini, maka berjalan kaki atau naik sepeda akan menjadi yang terbaik. Tetapi jika kamu perlu berada di New York besok, jelas bahwa terbang adalah satu-satunya pilihan terbaik bagimu jika kamu ingin tiba tepat waktu.”

“Jadi banyak orang mengarahkan fokus pada suatu produk, misalnya saham, dan kemudian suatu prosedur, misalnya trading (jual-beli), tetapi sebetulnya mereka tidak mempunyai rencana. Itukan yang hendak Bapak katakan?” tanya saya.

Ayah kaya mengangguk. “Kebanyakan orang berusaha meraup uang dengan apa yang mereka anggap investasi. tetapi trading bukanlah investasi.”

“Kalau bukan investasi, lalu apa?” tanya saya.

“Trading adalah trading,” sahut ayah kaya. “Dan trading adalah suatu prosedur atau teknik. Orang yang memperdagangkan saham tidak berbeda dengan orang yang beli rumah, memperbaikinya, lalu menjualnya kembali dengan keuntungan lebih tinggi. Satu orang dagang saham, orang lain dagang rumah. Itu tetap trading. Dan trading adalah suatu profesi. Tetapi trading bukanlah apa yang aku sebut investasi.”

“Dan bagi Bapak, investasi adalah suatu rencana, rencana untuk membawa Bapak dari posisi sekarang ini ke posisi yang Bapak inginkan,” sahut saya sambil berusaha keras memahami batasan-batasan ayah kaya.

Ayah kaya mengangguk dan berkata, “Aku tahu ini agak dipaksakan dan terasa detil. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk mengurangi kebingungan di seputar subyek investasi. Setiap hari aku bertemu dengan orang-orang yang mengira mereka sedang berinvestasi, padahal secara finansial mereka tidak beranjak kemana-mana. Mereka ibarat mendorong sebuah gerobak berputar-putar.”

Ketika membaca buku Guide to Investing saya sebenarnya tidak paham tentang ‘investasi adalah rencana’. Saya baru paham setelah membaca buku Retire Young Retire Rich yang menjelaskan konsep Wealth Ratio (WR).

Investasi adalah sebuah rencana maksudnya begini: dengan rencana tersebut Anda menggunakan berbagai kendaraan investasi untuk bisa berpindah dari miskin (WR=0) menjadi bebas finansial (WR=1) dan terus berkembang menjadi berkelimpahan (WR>1). Tentunya Anda masih ingat tentang konsep WR ini di tulisan sebelumnya.

Jadi, apapun yang sekarang sedang Anda kerjakan di kantor atau bisnis, Anda ‘tidak akan pernah menjadi kaya’ kecuali Anda mulai membuat rencana, kemudian berlatih menggunakan kendaraan investasi, dan selanjutnya menggunakan ilmu dan uang yang Anda peroleh itu untuk diubah menjadi sumber pasif income hingga WR>1.

Eh, ngomong-ngomong, bolehkan saya tidak memilih jadi investor? Ya boleh saja. Paling-paling Anda gagal jadi kaya (yang berarti terus menjadi budak masalah finansial). Kan menjadi kaya juga sebuah pilihan….

Dikutip dari perencana keuangan.com
Read More --►

Aset yang bermanfaat

Pernahkah Anda coba menghitung berapa jumlah aset di rumah Anda? Tapi sebelum menghitung, Anda harus tahu apa saja yang bisa menjadi "aset" itu. "Aset" bisa diartikan sebagai harta yang Anda miliki saat ini. Harta apa saja. Bisa berupa benda di rumah, uang tunai, tabungan atau investasi yang Anda punya. Jadi sekali lagi, aset adalah harta yang Anda punya pada saat ini, apapun itu.

Nah, setelah hidup selama bertahun-tahun, coba hitung, apa saja aset yang sudah Anda kumpulkan sampai saat ini? Wah, pasti banyak ya? HP, uang tunai di rumah sebanyak beberapa juta rupiah, tabungan, deposito di bank swasta, perabotan rumah, bahkan mungkin motor dan rumah sendiri. Wow, lumayan ya? Setelah bertahun-tahun bekerja, ternyata banyak juga aset yang bisa Anda kumpulkan.

Tapi masalahnya, nah ini dia, seberapa banyak dari aset tersebut yang memberikan penghasilan kepada Anda? Maksudnya, seberapa banyak dari aset yang Anda punya tersebut yang memasukkan uang buat Anda dan keluarga Anda?

Coba kita lihat: HP Anda pakai sendiri. Motor dan mobil Anda pakai sendiri. Perabotan di rumah? Itu juga dipakai sendiri. Komputer di rumah? Dipakai sama anak-anak. Teve dan radio tape juga dipakai sendiri. Busana dan sepatu? Dipakai sendiri. Astaga....jadi tidak ada satupun dari aset tersebut yang memberikan penghasilan buat Anda? Semuanya dipakai sendiri?

Ada, sih, Pak, kata Anda: uang tunai. Uang tunai, enggak ngasih penghasilan buat Anda. Uang tunai Anda paling-paling ditaruh di lemari dan selalu diambil kalau Anda lagi mau beli baju atau sepatu baru. Ya kan?

Kalau mau jujur, satu-satunya aset yang Anda punya yang memberikan penghasilan buat Anda mungkin cuma deposito Anda. Iya. Deposito, kan, memberi bunga buat Anda. Cuma mungkin bunganya lagi enggak seberapa sekarang.

Nah, ini dia bapak ibu, banyak diantara Anda yang mungkin sudah merasa 'kaya' dengan keadaan Anda sekarang. Setiap mendapatkan uang, Anda mungkin langsung membelikannya barang-barang yang Anda suka. HP baru, baju baru, teve baru, alat fitness baru, sepatu baru, bahkan motor baru atau kendaraan baru. Bahkan setiap teman Anda cerita kalau dia baru beli ini atau beli itu, Anda sering ikut-ikutan beli. Lebih parah lagi kalau Anda datang ke mal, Anda pasti berpikir: "Barang apa yang bisa saya beli sekarang?". Rasanya kalau sudah punya uang, apalagi kalau penghasilan suami Anda besar karena jabatannya cukup tinggi, rasanya Anda sudah kaya sekali. Ya, kan?

Padahal Bapak Ibu, jangan salah, kekayaan seseorang - secara materi - tidak diukur dari seberapa banyak penghasilan yang Anda dapatkan sekarang. Mau jabatan suami Anda direktur ini atau direktur itu sehingga penghasilannya besar, wah bukan dari situ mengukurnya. Bahkan, yang namanya kekayaan, tidak juga diukur dari seberapa banyak harta yang bisa Anda beli dari penghasilan tersebut. Anda bisa beli mobil, motor, rumah sendiri, perabotan mahal di rumah, HP paling canggih, busana atau sepatu baru, bukan itu ukuran Anda kaya atau tidak.

Lo, terus apa dong yang membuat Anda kaya? Yang membuat Anda kaya adalah seberapa banyak dari aset yang Anda punya sekarang yang bisa memberikan penghasilan buat Anda. Itulah yang membuat Anda kaya. Bukan besarnya penghasilan Anda atau suami Anda, bukan juga banyaknya benda-benda di rumah Anda. Besarnya penghasilan yang didapat Anda atau suami Anda percuma saja kalau toh penghasilan itu habis semua dibelanjakan.

Banyaknya benda di rumah Anda juga percuma saja kalau benda-benda itu tidak memberikan penghasilan secara langsung kepada Anda. Tapi yang paling menentukan adalah seberapa banyak dari aset Anda yang bisa memberikan penghasilan buat Anda. Entah penghasilan rutin secara bulanan atau penghasilan yang baru bisa didapat nanti kalau aset itu dijual lagi.

Pantas saja setelah kerja bertahun-tahun, beberapa di antara Anda malah bisa punya penghasilan yang cukup lumayan dan bisa punya benda-benda bagus di rumah, tapi kok, kayaknya keadaan Anda cuma di situ-situ saja dan tidak kemana-mana. Semua itu karena tidak ada satu pun penghasilan Anda digunakan untuk diwujudkan jadi aset yang berguna. Lalu, aset apa saja yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda? Saya kasih beberapa contohnya ya:
  1. Rumah yang disewakan.
  2. Motor yang disewakan untuk diojekkan (ada setoran yang Anda bakal dapat dari si tukang ojek),
  3. Mobil angkot yang disewakan ke supir angkot (Anda juga dapat setorannya),
  4. Deposito (memberikan bunga)
  5. Bisnis (setiap bulan, 3 atau 6 bulan sekali Anda pasti mengambil sebagian dari keuntungan bisnis tersebut).

Nah, itulah contoh-contoh dari aset yang bisa memberikan penghasilan buat Anda, dalam hal ini penghasilan yang rutin.

Sedangkan selain aset yang bisa memberikan penghasilan rutin, ada juga aset lain yang bisa memberikan penghasilan yang lebih besar, hanya saja dia tidak rutin dan hanya bisa didapat kalau aset tersebut Anda pegang dulu untuk beberapa lama untuk lalu dijual lagi. Walaupun aset itu juga punya risiko turun nilainya kalau Anda jual lagi. Contohnya seperti:

1. Emas koin,
2. Reksadana,
3. Rumah, dan seterusnya.

Nah, bagaimana bapak ibu? Sudah cukup jelas, ya. Jadi, sekarang bagaimana kalau Anda mulai memfokuskan hidup Anda untuk mengumpulkan aset yang bisa memberikan penghasilan buat Anda? Jangan hanya mengumpulkan benda-benda yang akhirnya toh cuma bisa dipakai dan dipakai tanpa bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan. Makin banyak aset produktif yang bisa Anda kumpulkan akan makin baik karena kalau nanti Anda atau suami Anda terpaksa harus berhenti bekerja, Anda sekeluarga bisa tetap punya penghasilan. Bukankah begitu seharusnya?

Safir Senduk, Perencana Keuangan
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 902/XVII

Read More --►

Alternatif Usaha untuk Mahasiswa

Beberapa minggu lalu, saat saya tampil menjadi pembicara di acara talkshow di di Yogyakarta, hadir beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di kota tersebut. Mereka banyak mengajukan pertanyaan yang menarik hati saya. Bagaimana mereka bisa menabung? Maklum, tidak semua mahasiswa menerima uang saku yang cukup. Entah karena orang tuanya kurang mampu atau pengeluaran si mahasiswa yang besar. Dari situ, muncul motivasi pada diri si mahasiswa, tidak ada jalan lain kecuali dengan mencari sumber penghasilan.

Tak heran banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah satu diantaranya adalah keterbatasan modal. Selain itu, mereka juga punya kewajiban utama yakni belajar. Jangan sampai, mereka asyik bekerja, kuliahnya malah keteteran. Nah lho, bagaimana tuh?

Nah, berikut ini saya berikan sejumlah alternatif penghasilan tambahan yang bisa dijalankan oleh mahasiswa.

Menjual Barang
Menjual barang, terutama yang dilakukan secara perorangan, bisa dilakukan di waktu-waktu alias tak terikat waktu. Contohnya, menjual pakaian kepada teman-temannya. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang dan tidak banyak waktu yang terbuang. Cukup dengan beberapa kali telepon atau menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai.

Banyak barang yang bisa dijual. Mulai dari busana dan aksesorisnya, barang-barang elektronik ringan seperti jam tangan, yang "berat" seperti radio tape, vcd player sampai dengan komputer. Prinsipnya, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan.

Yang penting harus pandai mencari tempat membeli barang-barang tersebut dengan harga yang murah. Bagi yang modalnya pas-pasan, cukup membeli beberapa barang saja untuk sampel.

Menjual Keahlian
Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, mereka yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Bagai yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-perusahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke Tabloid NOVA. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran.

Yang jelas, alternatif menjual keahlian memiliki kelebihan, yakni tak perlu modal, kecuali keahlian. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya. Seringkali mereka mungkin akan merasa malu, rendah diri, jengah, dan sebagainya.

Membuka Usaha
Bagi yang punya modal lebih, buka usaha bisa menjadi pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak.

Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik. Manajemen ke dalam adalah bagaimana cara mengelola uang di usahanya, bagaimana cara dia untuk mengatur stok penjualan, dan sebagainya. Sedangkan manajemen ke luar adalah bagaimana cara dia memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.

Menjadi Karyawan
Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?

Network Marketing
Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya "diincar".

Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit.

Mudah-mudahan, dengan Anda menunjukkan artikel ini kepada anak Anda yang mahasiwa, mereka bisa termotivasi juga dalam mencari penghasilan tambahan. Siapa tahu kalau penghasilan tambahannya mencukupi kelak, mereka bisa menabung, dan malah tidak perlu lagi minta uang saku pada Anda. Syukur-syukur malah Anda yang diberi. Bukan begitu kadang-kadang yang kita inginkan?

Safir Senduk, Perencana Keuangan
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 859/XVI


Read More --►