B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Kesenjangan

Seekor anak elang begitu serius menatapi suasana kehidupan dari atas bukit. Pandangannya yang tajam terus mengikuti hampir setiap gerakan yang muncul. Ular yang merayap dari bebatuan satu ke bebatuan lain. Kelinci yang melompat dari rerumputan satu ke rerumputan lain. Ikan-ikan yang melenggak-lenggok mengusik kejernihan bayangan permukaan air dan lain-lain.

Satu hal yang membingungkan si anak elang: semua gerakan itu tampak begitu lamban. Bagaikan kombinasi beberapa titik yang bergerak lambat. "Kenapa mereka begitu lambat?" ujarnya dalam seribu satu keingintahuan.

Ia pun mengangguk-angguk ketika beberapa elang dewasa memangsa hewan-hewan di bawah bukit itu dengan mudah. "Tentu saja kena. Mereka begitu lamban!" gerutunya penuh yakin.

"Kamu tidak turun memangsa, Nak?" teriak salah satu elang dewasa di dekatnya. "Aku belum mahir terbang!" jawab si anak elang seperti tak peduli. Ia masih disibukkan dengan berbagai keheranan: kenapa hewan-hewan di bawah sana begitu lambat?

Di suatu hari yang cerah, si anak elang akhirnya memaksakan diri belajar terbang. Ia mulai melenturkan kedua sayapnya yang belum terpakai kecuali hanya untuk berlari di sekitar sarang. "Ah, aku yakin bisa!" ucapnya sambil menatap ke bawah. Bongkahan batu-batu besar, menjulangnya pohon-pohon pinus menambah tantangan tersendiri buat si anak elang. Dan, ia pun mulai terbang.

Di luar dugaan, tiupan angin besar tiba-tiba bertiup dari arah belakang. Karena belum pengalaman, si anak elang pun terpelanting. Ia menabrak salah satu dahan pinus. Tubuh elang muda itu pun terperosok di salah satu semak belukar. Salah satu sayapnya terluka.

Baru kali itu si anak elang menginjakkan kakinya di dataran rendah. Dan, baru kali itu pula ia menyaksikan sendiri seperti apa gerakan hewan-hewan 'bawah' dari arah dekat. "Ah, selama ini aku salah. Ternyata, hewan-hewan itu bergerak begitu cepat. Cepat sekali!" ucapnya penuh kekaguman. **

Ada kesenjangan lain dalam dunia kehidupan. Antara, dunia atas dengan dunia bawah. Antara mereka yang terbiasa menatap gerak kehidupan dari tempat tinggi, dengan yang melakoni gerak kehidupan dari dunia bawah. Dua-duanya punya kesimpulan sama: gerakan mereka begitu lamban!

Persoalannya mungkin sederhana. Keasyikan berada di tempat-tempat tertentu, atas atau bawah, menjadikan pandangan begitu terbatas. Jarak jika terus dalam jauh, dan keasyikan jika terus dalam dunianya sendiri; akan menyuburkan kesenjangan ini.

Semoga kita tidak seperti yang dialami anak elang, yang baru memahami kesenjangan ketika keadaan memaksanya turun dari tempat atas.


(muhammadnuh@eramuslim.com)

Read More --►

Sembilan Hal yang Harus Dikuasai dalam Berbisnis

Saya sangat suka dengan definisi Brad Sugars mengenai bisnis, yaitu: bisnis adalah suatu usaha komersial yang menguntungkan dan berjalan tanpa keterlibatan anda.

Untuk mencapai kondisi itu tentunya ada caranya. Ada ilmunya. Ada tahapannya. Menurut Brad Sugars, ada enam tahap dalam membangun dan mengembangkan bisnis:

1. Mastery
2. Niche
3. Leverage
4.Team
5.Synergy
6. Result

Saya akan coba bahas mengenai tahap yang pertama. Mastery - adalah tahap awal dalam mengembangkan bisnis. Bagaimana bisnis itu bisa menghasilkan profit secara produktif berdasarkan informasi yang cukup untuk pengambilan keputusan.

Apa saja yang harus di-mastery (dikuasai)?

1. Uang, atau cashflow. Yaitu bagaimana kita menguasai data keuangan historis dan bagaimana dengan data itu kita bisa melakukan sesuatu di masa depan. Cashflow is king. Dengan cashflow itu kita mau buat apa? Jangan terpaku pada mengejar profit di kertas, tapi uangnya nggak ada di tangan. Anda harus kuasai ini. Ini adalah pondasi bisnis anda. Dengan cashflow yang kuat, apa pun bisa anda lakukan.

2. Target break even atau titik impas. Berapa banyak produk yang harus dijual, atau berapa banyak pelanggan, atau berapa rupiah penjualan per hari yang dibutuhkan untuk mencapai target titik impas itu. Kalau anda nggak tahu ini, bisa bahaya. Misalnya, sewa tempat, biaya, plus gaji karyawan per bulan adalah 3 juta, artinya biaya anda adalah 100 ribu per hari, berarti keuntungan yang harus diperoleh adalah minimal 100 ribu per hari. As simple as that.

3. Profit margin atau marjin keuntungan. Harus ditarget atau dibuat budgetnya, berapa profit margin yang harus didapat per hari untuk mencapai target yang diinginkan. Harus jelas berapa persentasenya atau nilai nominalnya. Mengutak-atik hitungan margin ini merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Inilah salah satu permainan bisnis yang menggairahkan.

4. Reporting atau pelaporan. Anda harus tahu angka-angka vital dalam bisnis anda per hari, per minggu, per bulan sehingga anda bisa membuat keputusan berdasarkan ini di masa depan. Berapa produk terjual hari ini, berapa marginnya, berapa jumlah transaksi hari ini, berapa prospek yang masuk ke dalam toko, dan sebagainya. Anda harus tahu ini.

5. Test and Measure atau uji ukur. Apa pun yang anda lakukan harus diuji dan diukur hasilnya. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa diukur tingkat keberhasilannya. Buat indikator kinerja kunci, yaitu apa saja indikator-indikator di bisnis anda yang merupakan kunci atau penentu vital.

Harus anda identifikasi faktor-faktor ini. Misalnya anda buat brosur. Berapa biayanya? Bagaimana hasilnya? Untung atau rugi? Kalau untung, lanjutkan. Kalau rugi, diubah, diperbaiki atau dihentikan.

6. Delivery. Delivery juga saya artikan memberikan apa yang anda janjikan.


Kalau anda sudah terima uangnya, ya anda harus berikan barangnya sesuai yang anda janjikan mencakup jumlah, kualitas dan waktu pengirimannya. Jangan berusaha menjanjikan yang hebat atau superior. Lebih baik yang biasa-biasa saja tapi konsisten. Berusahalah menutupi setiap lubang kelemahan yang ada. Sedikit demi sedikit.

7. Time. Kuasilah waktu. Produktivitas anda, bisnis anda, organisasi anda sangat tergantung kepada kemampuan anda menguasai waktu. Banyak teori mengenai penguasaan waktu ini, misalnya teori pareto (prinsip 80/20) atau the power of least effort.

8. Goal atau tujuan. Tujuan itu harus jelas dan disampaikan kepada organisasi kita. Tujuan itulah sebagai penunjuk arah bagi orang-orang yang mengikuti di belakang kita. Dari mana kita melangkah dan sampai di mana kita nanti, harus jelas dimengerti oleh mereka.

9. Self mastery. Menguasai diri sendiri, atau pengendalian diri. Ini menyangkut disiplin. Ini menyangkut fokus. Ini adalah harga yang harus anda bayar untuk mencapai kesuksesan.

Saya sendiri masih terus belajar dan mempraktekkan ilmu dari guru small business ini. Ilmunya banyak yang masuk akal buat saya. Cocok dengan kondisi bisnis yang saya jalankan saat ini. Mudah-mudahan cocok juga untuk bisnis anda.


sumber : www.tangandiatas.com

Read More --►

Ayat-Ayat Sukses (Sebuah Pengalaman Berharga untuk Pengusaha Muslim)

*Pelajaran Berharga dari Fotografi*

Saya gemar fotografi landscape, sangking seringnya memfoto saya diberi rezeki berupa kesempatan untuk berjumpa dengan tornado yang cukup besar dan berhasil memfotonya dengan baik (walaupun takut dan tegang ndak karuan).

Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab "kau beruntung sekali", dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang 'rada pemalas' maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab "ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik"

Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :

- Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto. - Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.

- Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.

Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, motivasi, pengalaman, ketegangan dan faktor keberuntungan.

*Usaha yang Bertemu dengan Peluang*

Sekitar 13 tahun yang lalu seorang teman berbagi ilmu dengan saya, bahwa di suatu buku 'barat' ditulis bahwa keberuntungan adalah "USAHA yang bertemu dengan PELUANG", artinya timing dan momen-nya pas, ketemu di suatu titik, artinya jika tidak usaha maka pasti peluang tsb tidak akan ditemukan, tapi jika memang nasib tidak bagus maka sehebat apapun usahanya maka peluang tersebut tidak akan ketemu.

Nah dari perjalanan hidup kita sebagai pengusaha muslim dapat kita simpulkan bahwa berhasil tidaknya dan seberapa cepat kita bisa ketemu dengan peluang (setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh) adalah murni peran Yang Maha Kuasa Allah Ta'ala, yaitu apakah kita dimudahkan untuk bertemu dengan peluang tersebut atau tidak. Sehingga akhirnya dapat dinyatakan kita beruntung.

Meskipun harus diakui bahwa usaha (ikhtiar) kita pun tidak luput dari kekuasaan Allah Ta'ala, karena kalau kita diciptakan sebagai manusia idiot tentu saya tidak dapat menulis artikel ini dan Anda tentu tidak akan membacanya, atau jari2 saya dibuat kaku dan mata Anda dibuat rabun....


*Orang Bodoh dan Orang Pintar*

Lagi-lagi seorang teman menasehati saya dan beruntung saya punya teman yang senang memberi nasehat, bahwa dia pernah mendengar dari seorang pengusaha disuatu seminar bahwa "Orang bodoh dikalahkan oleh orang pintar, orang pintar dikalahkan oleh orang curang, orang curang dikalahkan oleh ...." setelah kutunggu-tunggu ternyata jawabannya adalah "... dikalahkan oleh orang yang beruntung", karena ada saja jalan keluar untuk selamat dari kejahatan orang yang curang tsb.

Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? pengusaha tersebut menjawab yaitu dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.

Saya terus penasaran, karena jawaban tersebut rasanya pernah saya dengar dalam Al-Quran atau Hadist, sehingga segera saya membuka program Al-Quran di komputer, mencari kata 'beruntung' ternyata keluar banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan cara agar kita beruntung, atau cari kata 'rugi', dst... (Silahkan Anda lakukan dan temukan "ayat2 sukses" tersebut).

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. 2:16)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)

Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)

Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. 12:23)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (QS. 23:1)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 28:82)

Dst....

Demikian juga dengan Hadist-hadist yang terkait dengan masalah ini ternyata banyak sekali :

"Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu. " HR. Tirmidzi

"Allah ta'ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya." HR. Muslim

"Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta'ala akan menolongnya. " HR. Muslim

"Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta'ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." HR. Muslim

"Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta'ala tidak akan mengasihinya. " HR. Muslim

"Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." HR. Muslim

"Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?" HR. Bukhari

"Barangsiapa yang suka rezkinya akan diluaskan dan diakhirkan ajalnya maka hendaklah menyambung tali persaudaraan. " HR. Al-Bukhari dan Muslim

"Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian." Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dll.


*Cerita Pengemis*

Suatu hari saat saya masih bermukim di bandung sekitar tahun 1995, ketika itu mobil yang saya kemudikan sedang antri di trafic light dimana mobil saya berada diurutan ke lima dibelakang 4 mobil mewah, seorang pengemis bergerak dari satu mobil ke mobil yang lainnya menjulurkan tangannya, tidak satupun pengemudi mobil-mobil tersebut memberikan uang, saya tidak tega melihatnya dan segera menyiapkan uang untuk sang pengemis, tapi apa yang terjadi adalah setelah melewati mobil ke 4 dia malah kembali ke trafic light dan mengabaikan mobil saya (yang waktu itu masih daihatsu espass).

Saya merenung didalam hati, mungkin karena mobil saya espass, maka ia menganggap percuma saja menuju ketempat saya, sedangkan pengemudi 4 mobil mewah yang ada didepan saja tidak memberi apa-apa, apalagi pengemudi espass (padahal boleh jadi pengemudi 4 mobil mewah tersebut adalah supir, sedangkan pengemudi espass ini adalah pengusaha).

Lantas yang salah siapa disini jika dia tidak mendapatkan uang ? apakah Allah Ta'ala memang tidak mau memberi rezeki kepada dia atau usaha dia yang kurang ? tinggal satu mobil lagi belum dicoba tapi dia sudah berputus asa.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya saat itu hingga sekarang ini, bahwa sebelum kita menyatakan ini sudah takdir Tuhan, maka alangkah baiknya jika kita benar-benar berusaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan sampai ada kesempatan/peluang yang terlewatkan.


**Kesimpulan* *

Sebagai pengusaha muslim kita dituntut 'berusaha' sungguh-sungguh, terus belajar dan cerdas, namun apakah mungkin rezeki bisa kita peroleh jika Allah Ta'ala murka (tidak ridho) terhadap kita ? sedangkan Ia adalah pemilik perbendaharaan alam semesta ini ? tentulah sangat naif jika kita bekerja banting tulang ingin memperoleh rezeki dibumi milikNya menggunakan tubuh yang diberikanNya namun dengan cara yang dimurkaiNya, selalu bermaksiat kepadaNya dan tidak perduli kepada hamba-hambaNya yang lemah, apakah mungkin ? ataukah sebaliknya, rezeki yang diperoleh justru melimpah tapi tidak berkah ? malah menjadi musibah ? istri selingkuh, anak durhaka, dll.

"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yg tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya." QS. Ath-Thalaq: 2-3 (Tafsir Ibnu Katsir)

"Sesungguhnya Allah berfirman, 'wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu" . HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.


Fadil Basymeleh PT Zahir Internasional

http://www.pengusahamuslim.com

Read More --►