B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Agar Hidup Semakin Bermakna

Life begin at 40, kata kebanyakan orang. Usia saya sudah satu tahun melebihi angka itu. Jadi saya sudah menempuh setengah perjalanan hidup, itupun bila Sang Pemberi Hidup mengizinkan saya hidup sampai usia 70 tahun. Kematian itu misteri, tak ada yang tahu kapan dia akan datang menjemput. Duh, andaikan dia datang menjemput lebih cepat, bekal apa yang bisa saya bawa pulang?
Bila ingat hal itu, saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya. Menghindar dari orang-orang yang lebih sering berkata negatif, menjelek-jelekkan orang lain sambil menunjukkan dirinyalah yang hebat. Saya juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk lebih mencintai dan memperhatikan istri, anak, orang tua dan saudara-saudara saya. Ingin semakin cepat mewujudkan bintang terang atau mimpi-mimpi saya. Semakin tua, saya juga semakin senang membaca artikel tentang kesehatan, kematian dan kisah hidup banyak orang. Dan lebih dari semua itu, saya ingin semakin dicintai penduduk langit dan memberi manfaat dan makna hidup bagi sebanyak-banyaknya bagi penduduk bumi.
Semakin mendalami hal itu saya semakin yakin bahwa sebelum ”kita pulang” dijemput kematian, kita harus meninggalkan sesuatu yang berarti bagi keluarga, sahabat dan komunitas. Sesuatu yang berarti bukanlah selalu harta. Banyak orang besar dunia yang telah tiada dikenang bukan karena warisan kekayaannya. Mereka dikenang karena ”membebaskan” kebodohan, penindasan, kemiskinan. Mereka dikenang karena telah banyak mengubah makna hidup yang lebih hakiki dan penuh arti. Mereka juga dikenang karena bisa dijadikan tauladan kebaikan, perjuangan, kontribusi dan kegigihan menjalani hidup.
Untuk menuju hidup yang lebih bermakna, saya menyarankan Anda untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang akan selalu menginspirasi dan memprovokasi hidup Anda. Saya sudah mempelajari banyak kehidupan orang hebat, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Salah satu kelebihan mereka dibandingkan yang lain adalah mereka lebih disiplin melakukan refleksi dan introspeksi diri. Jadi, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang berharga dalam hidup Anda. Kualitas pertanyaan akan mengarahkan kualitas kehidupan Anda.
Kebanyakan orang tidak pernah tahu bagaimana cara menjalani hidup, dan baru mengetahuinya ketika kematian telah dekat. Namun pada saat itu sudah benar-benar terlambat. Maka segeralah ajukan pertanyaan-pertanyaan penting dalam kehidupan Anda.
Untuk membantu Anda, saya biasanya setiap pagi dan menjelang tidur mengajukan lima pertanyaan yang sering saya ajukan pada diri sendiri. Ajukanlah pada diri sendiri kelima pertanyaan itu, hari ini juga. Tuliskanlah jawaban Anda dalam buku ini atau jurnal yang telah Anda miliki. Pikirkan jawaban itu. Renungkan jawaban ini. Diskusikan jawaban itu dengan diri Anda sendiri.
Bayangkan bahwa hari ini adalah hari terakhir dalam hidup Anda dan sang penjemput kematian telah menunggu di depan rumah Anda. Lalu bertanyalah pada diri sendiri:

a. Apakah saya sudah mewujudkan banyak prestasi dalam hidup?
b. Apakah saya menjalani kehidupan dengan sepenuh hati?
c. Apakah saya mencintai dengan baik orang-orang di sekelilingku?
d. Apakah dunia yang kutinggalkan jauh lebih baik dibandingkan ketika aku hadir di muka bumi? Apa yang sudah aku perbuat?
e. Apakah Sang Pencipta tersenyum menyambut ”aku pulang”?

Saya berharap jawaban-jawaban Anda akan membantu Anda menjalani hidup dengan penuh makna, bergairah, dan bersuka cita. Berpikirlah jernih. Bahwa kita hadir dimuka bumi ini bukan untuk menjadi beban dan sampah, kita hadir untuk memberikan arti dan makna. Jadi, jangan tunda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas hari ini juga.
Pepatah China mengatakan: ”Hari terbaik pertama untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Dan hari terbaik kedua adalah hari ini”. Saya yakin Anda tak ingin kehilangan hari terbaik kedua itu. Jadi, jawablah dan tuliskanlah jawaban Anda hari ini juga.

Salam Sukses Mulia

Jamil Azzaini (JA)

Tulisan ini dimuat di majalah Garuda untuk edisi Desember 2009


0 komentar: