B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

LM317 Calculator

 

LM317 Calculator

This calculator helps you set the output voltage of LM317 regulator IC by simply replacing the value of both R1 and R2. The value of R1 usually varies from 100 t0 1000 ohms while R2 is of any value and preferably a trimmer type orpotentiometer. The output voltaged desired can be calculated using this formula.
Vout = Vref*(1+(R2/R1))+ (Iadj*R2)where Vref = 1.25V and Iadj = 100uA.
The first calculator allows you to set the value of both R1 and R2 to determine theoutput voltage regulated by LM317. The next calculator allows you to set your desiredoutput voltage and value of R1 to determine the value of R2.
LM217 Calculator


R1 resistor


 



R2 resistor


 



Voltage Input






Voltage Out
 

 


   

Sumber 

 

Read More --►

Sejauh Apakah 1 Tahun Cahaya itu?


Tahun cahaya (bahasa Inggris:light year) adalah satuan panjang yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara. Istilah tahun yang digunakan untuk perhitungan adalah tahun Julian yang mempunyai 365,25 hari atau 31.557.600 detik. Kadang kala rata-rata tahun tropis 31.556.925,9747 detik digunakan. Karena cahaya menempuh kecepatan 299.792.458 meter per detik (m/s) dalam ruang hampa udara, maka dengan menggunakan tahun Julian, satu tahun cahaya sama dengan 9.460.730.472.580,8 kilometer (5.878.625.373.184 mil).
Cahaya dalam 1 detik menempuh jarak 300.000.000 meter
Sekarang coba di hitung :
1 menit = 60 detik
1 jam    = 60 menit
1 hari    = 24 jam
1 tahun = 365 hari
Maka, 1 tahun = 31536000 detik
Jarak 1 tahun cahaya = 31536000 detik x 300.000.000 meter/detik = 9,4608 × 1015 meter  wew...
Satuan SI dari besaran panjang adalah meter. Selain satuan SI ini, besaran panjang juga memiliki banyak satuan yang lain seperti inci, kaki, yard, mil, dan tahun cahaya. Satu inci kira-kira sama dengan jari-jari bola ping-pong. Satu kaki kira-kira sama dengan jarak satu langkah. Satu mil kira-kira sama dengan empat kali keliling lapangan sepak bola.
Lalu sepanjang apakah jarak 1 tahun cahaya itu ?
Untuk dapat membayangkan jarak 1 tahun cahaya, pejamkanlah matamu sejenak . Bayangkanlah kamu berada dalam pesawat yang kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya yakni 300.000 km per sekon.
Ini berarti dalam satu kedipan mata, kamu yang sebelummnya berada di Banda Aceh akan sampai di Papua. Dalam satu menit kamu telah mengelilingi bumi sebanyak tujuh kali. Dan dalam waktu lima menit kamu telah tiba di matahari. Sekarang bayangkanlah benar-benar, seolah-olah kamu sedang berada di dalam pesawat ruang angkasa. Hari berganti hari,bulan bergani bulan, sampai genap satahun kamu berkendaraan. Alangkah jauhnya jarak yang telah kamu tempuh. Itulah jarak satu tahun cahaya.
Sekarang marilah kita gunakan satuan tahun cahaya ini untuk membayangkan besar dari jagad raya.Jagad raya ini berisikan bintang-bintang yang berkelompok dalam gugusan yang disebut galaksi.
Setiap galaksi beranggotakan bintang-bintang dalam jumlah yang amat banyak, dari ratusan ribu hingga miliaran bintang. Garis tengah suatu galaksi bervariasi dari sekitar 10.000 tahun cahaya hingga lebih dari 100.000 tahun cahaya, sedangkan jarak antara dua galaksi yang berdekatan bias mencapai jutaan tahun cahaya. Padahal di jagad raya ini diperkirakan terdapat ratusan miliar galaksi. Dapat kamu bayangkan, betapa luasnya jagad raya ini! Lalu , bagaimanakah posisi planet bumi di dalam jagad raya ini? Bagaimana pula dengan kita, manusia-manusia yang hidup diatasnya?
Keberadaan bumi di jagad raya ini bagaikan sebutir pasir yang melayang di tengah gurun pasir yang maha luas.
Adakah Sang Pencipta, yang telah menciptakan jagad raya yang maha luas ini, betapa kecilnya arti keberadaan kita kita agar kita sadar bahwa sungguh tak pantas bagi kita untuk berlaku sombong di muka bumi. Agar kita sadar bahwa sudah sepantasnyalah kita merendahkan diri di hadapan-Nya.
sumber : serupedia, viva

Read More --►

Allah hanya memanggil tiga kali

Santri:

Kyai, saya pernah bertemu dengan orang yang belum mau beramal baik, alasannnya katanya bahwa ia masih menunggu hidayah dari Allah

Kyai :

 Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup.

Santri  (sambil berkerut kening...) :
Sedikit sekali Allah memanggil kita...?

Kyai (menjelaskan lebih lanjut sambil tersenyum..) :
Panggilan pertama adalah "Adzan", Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita Sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah.Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak ‘cepat marah’ akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak Sholat sama sekali karena malas.

Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Adzan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti’.

Santri :

Diam terpekur, dengan mata yang berkaca-kaca, karena terbayang ia masih melambatkan Sholat karena masih mengerjakan ini lah, masih sibuk itu lah, dan lain lain. Masya Allah…

Kyai melanjutkan :
Panggilan yang kedua adalah Panggilan "Haji", Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya ‘bergiliran’ . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul. Ketika kita mengambil niat Haji , berpakaian Ihram dan melafazkan ‘Labaik Allahuma Labaik’, sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua. Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji  bagi yang mampu’.

Dan panggilan ketiga adalah "KEMATIAN", Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah. Insya Allah syurga adalah balasannya.

Santri :
Semaik diam merenung, akankah panggilan untuk haji lebih dahulu dari panggilan untuk kembali pada-Nya...?
Read More --►