B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Pelajaran dari Sebuah Jam

Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”

“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”

“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.

“Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam bertambah ragu dengan kemampuannya.

Dengan penuh kesabaran, tukang jam itu kembali berkata, “Baiklah kalau begitu, sebagai penawaran terakhir, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Jika berdetak satu kali setiap detik, aku pasti sanggup!” Kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, yang juga setara dengan berdetak 86.400 kali dalam sehari, yang setara pula dengan berdetak 3.600 kali dalam satu jam.

Pesan dari kisah tersebut:

Kita sering meragukan dan underestimated terhadap kemampuan diri sendiri untuk mencapai goal, pekerjaan, dan cita-cita yang tampak sangat besar. Kita lantas menggangapnya sebagai hal sangat berat yang tidak mungkin dapat kita angkat. Namun sebenarnya apabila hal yang dianggap besar tersebut kita perkecil dan perkecil lagi, lantas kemudian kita realisasikan hal-hal kecil tersebut secara konsisten serta kontinu, niscaya hal besar yang semula kita anggap tidak mungkin tercapai itu akan terealisasikan.

Sumber: Faisal-Choir

Read More --►

Desain Kapal Pesiar Modern

Tidak selamanya kapal pesiar berbentuk seperti perahu, sebuah desain kapal pesiar bertenaga surya bisa menjadi alternatif untuk tempat tinggal selama menikmati luasnya lautan.

Atap dari kapal pesiar ini dilapisi oleh lapisan fotovoltaik yang merupakan alat pembangkit listrik tenaga surya, jadi kita tidak perlu khawatir masalah bahan bakar.

Selain menggunakan bahan yang bebas polusi, kapal pesiar ini secara asiteksurnya didesain dengan sistem modular sehingga bisa di bongkar-pasang ataupun dirakit di mana saja.

K.e.r.e.n bin t.o.p.b.g.t :)

-

Designer: Michele Puzzolante 
Yanko Design

Read More --►

Membagi 17 ekor kambing

Dalam sebuah perjalanan, Santri tiba di sebuah desa miskin menerima bantuan dari pemerintah sebanyak 17 ekor kambing.

Setalah diteliti, maka terpilihlah 3 orang yg paling berhak untuk menerima bantuan kambing itu.

Orang pertama berhak mendapat 1/2 bagian, orang ke-2 mendapat 1/3 bagian, dan orang ke-3 Mendapat 1/9 bagian.

Permasalahan muncul ketika ke 3 orang ini ingin mendapatkan kambing dalam keadaan hidup ( alias utuh ) !

Sang kepala desa puyeng memikirkan bagamana caranya membagi kambing agar pas dan dalam keadaan utuh semua.

Di saat suasana sedang hot dan hampir menjadi kerusuhan, Santri mencoba menawarkan sebuah solusi kepada pak Kades, tapi sebelumnya Santri meminjam 1 ekor kambing milik pak Kades.

Walaupun pak kades terlihat nggak begitu rela, namun setelah pendapatkan penjelasan dan berjanji bahwa kambing itu pasti akan kembali, akhirnya pak Kades mau juga meminjamkan kambingnya. 

Nah sekarang ada 18 Ekor kambing, mari melakukan pembagian!!!

1/2 dari 18 = 9
1/3 dari 18 = 6
1/9 dari 18 = 2

Nah! 9+6+2 = 17 kan?

Kemudian kambing Pak Kades kembalikan lagi, seluruh penduduk desa berbahagia dan Santri pun melanjutkan petualangannya menolong mereka yang lemah...

Read More --►