B Ubaedillah Kamil

Bandung, Indonesia

085-222-999-xxx

76C486E5

bubaka2000@gmail.com
::
Start
[Bubaka2000]
Logout

Navbar3

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Bagaimana Memulai Bisnis Rumahan

Bagaimana Memulai Bisnis Rumahan

Sering saya menerima email yang menanyakan seperti , "Bagaimana saya bisa bekerja dari rumah?", atau "Saya ingin memulai usaha rumahan. Mohon informasinya." atau bahkan, "Mohon dikirim info gratisnya".

Saran terbaik yang dapat saya berikan adalah mereka mengajukan pertanyaan yang salah. Pertanyaan pertama yang harus diajukan pada diri mereka sendiri adalah:

"HARUSKAH saya memulai usaha rumahan?", bukan BAGAIMANA melakukannya.

Jadi, yang terpenting adalah, mengapa anda ingin memulai usaha rumahan? Keuntungan apa saja yang anda dapatkan?Apa saja kerugiannya? Kualitas pengusaha yang bagaimana yang anda miliki sehingga anda berpikir usaha dapat sukses? Apa rencana anda? Produk atau jasa apa yang akan dipasarkan? Siapa konsumen anda? Kapan anda berhenti dari pekerjaan? Anda memikirkan hal ini karena KEHILANGAN pekerjaan?.

TIDAK semua orang mampu menjalankan bisnis rumahan dan bukan satu-satunya solusi bagi orang yang kehilangan pekerjaan. Tentu saja ada pertimbangan finansial yang harus dipikirkan. Bagaimana anda menopang diri anda sendiri sampai usaha memberikan profit? Darimana anda mendapatkan dana?

Semisal, anda telah melakukan berbagai pertimbangan diatas dan menyimpulkan bahwa anda ingin memulai usaha rumahan, kemudian yang harus ditanyakan adalah "BAGAIMANA saya memulainya?"

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan seperti ini. Namun tidak semua jawaban dapat diterapkan. Pada umumnya, proses memulai usaha rumahan dapat dilakukan dengan langkah berikut:

# 1 TENTUKAN HASRAT ANDA

Jika anda benar-benar memulai dari nol, langkah pertama adalah menentukan apa yang anda sukai sebagai bisnis anda. Apakah hasrat anda di bidang berkebun (memulai bisnis tanaman herbal dan bumbu atau pemotongan yang didistribusikan via mail order), akuntan (menjalankan usaha dibidang jasa akuntansi) atau desain website. Tidak peduli apakah orang lain memiliki keinginan yang sama dengan anda. Ini adalah hasrat ANDA yang mendorong kesuksesan. Dengan kata lain, lakukan sesuatu yang anda cintai. Buatlah pekerjaan sebagai kenikmatan anda.

# 2 MENENTUKAN CERUK PASAR

Anda telah menemukan apa yang anda sukai, namun masalah lainnya adalah menentukan kebutuhan yang belum dicapai di bidang tersebut. Tapi, itulah yang harus anda lakukan untuk merubah hasrat menjadi bisnis yang menguntungkan.

Menentukan ceruk adalah proses yang langsung:

1. Tentukan kategori umum dan sub-kategori


Misalkan anda menyukai berkebun. Berkebun adalah kategori umumnya.


Kemudian anda juga tertarik dibidang tanaman obat yang bagaimana mereka dapat diolah menjadi bahan obat-obatan dan bumbu. Tanaman obat adalah sub-kategorinya.

2. Bergaul dengan orang yang memiliki minat dengan sub-kategori anda.


Untuk menentukan kebutuhan yang belum dipenuhi di sub-kategori (langkah 3.), anda harus menemukannya dari orang-orang yang tertarik dengan sub-kategori anda, apa yang mereka cari namun tidak ditemukan. Cara yang baik adalah bergaul dengan mereka -offline atau online. Offline, anda dapat bergabung dengan klub berkebun, dimana anda mendengar adanya permintaan tanaman obat jenis tertentu yang tidak ada di negara anda. Online, anda mendaftar sebagai anggota mailing lists dan berhubungan dengan newsgroups untuk mengetahui apa yang dibutuhkan orang lain dari waktu ke waktu.

3. Menentukan kebutuhan yang tidak dipenuhi atau tidak seluruhnya dipenuhi padasub-kategori. Jika anda mengikuti langkah 2, kesempatannya adalah, jika anda mendengar suatu hal yang berulang kali, anda telah menemukan potensi kebutuhan yang belum dipenuhi atau kebutuhan yang yang tidak seluruhnya dipenuhi oleh pesaing. Namun, jika kebutuhan telah dipenuhi, maka tidak ada pertanyaan yang sama tidak akan terjadi.

4. Memperkaya pengalaman, minat dan kompetensi

Untuk menentukan apa yang menjadi fokus pada potensi kebutuhan yang tidak dipenuhi, gunakan pengalaman, minat, dan kompetensi. Biasanya seseorang sangat terampil dalam melakukan hal yang disukai dan yang menjadi minatnya.

5. Penuhi kebutuhan yang belum dipenuhi

Setelah anda mengidentifikasi kebutuhan yang belum dipenuhi di sub-kategori, anda dapat mulai memikirkan bagaimana bisnis anda dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

# 3 SURVEY PASAR DAN PESAING

Pada tahap ini, anda harus memikirkan ide bisnis dan melakukan survey ceruk pasar serta pesaing anda. Jika anda memiliki pesaing, apakah anda lebih baik? Jika pasar dikuasai oleh pemain besar dan mapan, dan anda tidak memberikan sesuatu yang baru atau berbeda, maka kompetisi menjadi terlalu kaku. Sebaliknya, jika persaingan ditujukan pada market kelas atas dan meninggalkan kelas dibawahnya, maka pasar ini akan menjadi ceruk yang baik bagi anda.

Yang perlu digarisbawahi adalah mengidentifikasi persaingan terbaik di ceruk anda dan menentukan apakah anda bisa lebih baik. Jika anda yakin andalah yang terbaik di dalam ceruk tersebut, lakukan. Jika tidak, terus cari sampai anda menemukan ceruk yang benar-benar sesuai dengan pengalaman, minat dan kompetensi terbaik anda.

# 4 BUSINESS PLAN

Setelah mengidentifikasi ceruk dan mensurvey pasar serta kompetisi, dan anda yakin setidaknya sebaik kompetitor terbaik anda, maka kini saatnya membuat perencanaan bisnis yang matang.

Disini anda akan membuat ide bisnis dan membentuknya kedalam rencana perang.

Membuat formula bisnis plan adalah tujuan bisnis anda.

Setelah anda memikirkan dan merekam bisnis plan, anda harus memiliki pemahaman yang mendalam atas industri yang anda jalankan dan tantangan yang harus anda atasi untuk keberhasilan bisnis anda. Gunakan bisnis plan dan tetapkan sasaran, tujuan (yang mendukung pencapaian sasaran ) dan tugas (yang juga mendukung tercapainya sasaran).

Letakkan tugas dan sasaran didalam tindakan untuk mencapai sasaran anda.

Putuskan dimana anda ingin menempatkan bisnis anda di lima tahun mendatang dan bergerak mundur sampai anda menetapkan tujuan dan sasaran untuk 5,4,3,2, dan 1

tahun dalam rangka mendukungnya dan mendorong pencapaian. Hasil akhirnya harus berbentuk checklist kegiatan harian yang secara langsung akan mengarahkan anda lebih dekat kepada pencapaian sasaran dan tujuan.

# 5 TINDAKAN

Setelah anda memiliki daftar kerja harian, LAKUKAN!. Tindakanlah yang akan menggerakkan anda dan bisnis ke arah keberhasilan. Pemikiran dan perencanaan memang diperlukan, namun itu belum cukup. Mereka harus diterjemahkan kedalam tindakan.

# 6 TRANSISI

Jika memungkinkan, lakukan transisi dari apa yang anda lakukan sekarang kedalam bisnis. Jika saat ini anda seorang karyawan, tetaplah bekerja dan coba jalankan bisnis paruh-waktu, sampai anda yakin dapat melakukannya dengan baik. Mengetahui kapan anda dapat memberikan waktu dan perhatian secara penuh untuk bisnis ( msl, waktu satu jam anda lebih berharga untuk diinvestasikan kedalam bisnis daripada pekerjaan anda), jika demikian, maka inilah saatnya untuk sepenuhnya menjadi pengusaha.

# 7 MEMBUAT LOMPATAN

Pada akhirnya, membuat lompatan dengan keyakinan dan keteguhan. Tidak dapat dipungkiri, anda akan merasa ragu, berpikir "bisakah saya melakukannya?" ketika anda bertanya-tanya darimana datangnya order selanjutnya dan anda berpikir kembali ke pekerjaan yang aman dan gaji yang anda dapatkan secara rutin yang dapat diandalkan. Namun, kenali ketidaknyamanan ini. Ini adalah trik permainan pikiran anda. Anda dapat melakukan apapun yang anda tetapkan untuk pikiran anda. Yang diperlukan, anda memang betul-betul menginginkannya. Saat tiba waktunya membuat lompatan, lakukan.

Keberhasilan dan kegagalan ada ditangan anda.

So, dalam menjawab pertanyaan "bagaimana saya memulai bisnis rumahan?", jawabannya sederhana. Anda melakukan apa yang perlu dilakukan.

Oleh: Elena Fawkner adalah editor Bisnis Rumahan Berbasis Online.


Sumber: www.fawkner.com

Diterjemahkan oleh : Iin - Tim Pengusaha Muslim.Com




Read More --►

Cara Kaya Melalui Properti

Bagaimana Anda bisa kaya lewat Properti

Saya membaginya menjadi 4 Golongan

  • Judi
  • Dagang
  • Pembebas Lahan
  • Investasi

Saya akan jelaskan satu persatu dari masing-masing Golongan ini Golongan Penjudi

Golongan Penjudi

Golongan Penjudi adalah golongan yang kebanyakan orang awam pakai dimana mereka dalam keputusan membeli property hanya bedasarkan mitos bahwa harga property akan selalu naik jadi mereka membeli main asal membeli saja tampa ada proses survey harga dan survey pertumbuhan harga property.

Bahkan ada yang berani membeli rumah tetapi rumahnya belum jadi mereka membeli ruah hanya berdasarkan gambar saja gambar saja dan rayuan sales pejual yang menjajikan bahwa harga rumah akan segera naik nantinya.

Memang banyak yang menjadi kaya dari golongan ini hal ini terjadi bila developer yang membengun benar-benar credible dan memenuhi janji-janjinya sehingga pembeli menyebabkan harga benar-benar naik. Tetapi banyak juga yang menjadi rugi dari golongan ini karena apa pertama mereka ternyata membeli kemahalan sehingga balik modalnya lama kedua ternyata developer tidak bertanggung jawab sehingga pembangunan tidak sapa berjalan penuh hanya sebagian saja sehingga menyebabka harga yang djanjikan naikternyata tidak naik bahkan ada developer yang sudah mengambil uang DP tetapi rumah atau property tidakjadi-jadi karena developer yang bersangkutan bangrut jika demikian maka menyebabkan kerugian bagi investor

Golongan Pedagang

Golongan pedagang adalah golongan yang melakukan jual beli property golongan pedagang ini dalam mengambil keputusan membeli property ketika harga property yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar lalu mereka membeli propertinya lalu di perbaiki sedikit dan di jual lagi dengan harga yang lebih mahal.

Banyak orang yang kaya lewat jalan ini tetapi ini juga ada kelemahannya yaitu Anda harus memiliki modal gede dan keuntungannya hanya sekali saja yaitu ketika rumah laku di jual setelah itu Anda harus mencari lagi dari awal.

Golongan Pembebas Lahan

Golongan pembebas lahan adalah golongan yang melakukan jual beli property dengan cara membebaskan lahan yang sangat luas lalu memberikan nilai tambah di atas lahan tersebut sehingga lahan yang dia beli harganya bisa naik ber puluh-puluh kali lipat. Golongan ini biasanya adalah golongan developer yang memiliki modal besar sehingga memiliki dana untuk membebskan lahan. Tetapi golongan ini sangat rentan dengan kenaikan harga dan kenaikan suku bunga.

Golongan Investor

Golongan yang membeli property atau rumah dengan dasar keputusan ketika harga property tersebut turun dan tidak akan menjualnya sampai kapanpun karena mereka membiarkan property mereka bekerja untuk mereka.

Mereka menggap ketika membeli property kita harus untung terlebih dahulu di depan lalu tiap bulannya mereka juga harus mengambil keuntungan dengan memberdayakan rumah yang mereka beli sehingga mereka memberdayakn rumah yang mereka beli dengan maksimal.

Berdasarkan golongan ini saya menemukan teori baru bagaimana agar Anda dapat memebeli rumah secara Gratis tampa keluar uang sepeserpun malah tiap bulan Anda mendapat passive income yang besar.

Dan dengan cara ini Anda bisa merubah nasib Anda dari yang semula biasa-biasa saja dalam waktu singkat mereka berubah menjadi milyader dalam waktu kurang dari 1 tahun.

Berbahagialah Anda bisa menemukan rahasia ini, rahasia yang telah banyak merubah kehidupan seseorang dari yang tadinya biasa-biasa saja menjadi milyader dalam waktu singkat. Anda bisa bayangkan dari asalnya Anda bekerja untuk mendapatkan rumah sekarang rumah yang bekerja untuk Anda.

Ambillah langkah untuk maju dan menjadi lebih baik setiap hari Apapun pilihan Anda, saya ingin memberikan semangat untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan untuk Anda.



Salam dasyat

Read More --►

Sembilan hal yang harus dikuasai dalam Berbisnis

Sembilan Hal yang Harus Dikuasai dalam Berbisnis


Saya sangat suka dengan definisi Brad Sugars mengenai bisnis, yaitu: bisnis adalah suatu usaha komersial yang menguntungkan dan berjalan tanpa keterlibatan anda.


Untuk mencapai kondisi itu tentunya ada caranya. Ada ilmunya. Ada tahapannya. Menurut Brad Sugars, ada enam tahap dalam membangun dan mengembangkan bisnis:


1. Mastery


2. Niche


3. Leverage


4. Team


5. Synergy


6. Result


Saya akan coba bahas mengenai tahap yang pertama. Mastery - adalah tahap awal dalam mengembangkan bisnis. Bagaimana bisnis itu bisa menghasilkan profit secara produktif berdasarkan informasi yang cukup untuk pengambilan keputusan.


Apa saja yang harus di-mastery (dikuasai)?


1. Uang, atau cashflow. Yaitu bagaimana kita menguasai data keuangan historis dan bagaimana dengan data itu kita bisa melakukan sesuatu di masa depan. Cashflow is king. Dengan cashflow itu kita mau buat apa? Jangan terpaku pada mengejar profit di kertas, tapi uangnya nggak ada di tangan. Anda harus kuasai ini. Ini adalah pondasi bisnis anda. Dengan cashflow yang kuat, apa pun bisa anda lakukan.


2. Target break even atau titik impas. Berapa banyak produk yang harus dijual, atau berapa banyak pelanggan, atau berapa rupiah penjualan per hari yang dibutuhkan untuk mencapai target titik impas itu. Kalau anda nggak tahu ini, bisa bahaya. Misalnya, sewa tempat, biaya, plus gaji karyawan per bulan adalah 3 juta, artinya biaya anda adalah 100 ribu per hari, berarti keuntungan yang harus diperoleh adalah minimal 100 ribu per hari. As simple as that.


3. Profit margin atau marjin keuntungan. Harus ditarget atau dibuat budgetnya, berapa profit margin yang harus didapat per hari untuk mencapai target yang diinginkan. Harus jelas berapa persentasenya atau nilai nominalnya. Mengutak-atik hitungan margin ini merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Inilah salah satu permainan bisnis yang menggairahkan.


4. Reporting atau pelaporan. Anda harus tahu angka-angka vital dalam bisnis anda per hari, per minggu, per bulan sehingga anda bisa membuat keputusan berdasarkan ini di masa depan. Berapa produk terjual hari ini, berapa marginnya, berapa jumlah transaksi hari ini, berapa prospek yang masuk ke dalam toko, dan sebagainya. Anda harus tahu ini.


5. Test and Measure atau uji ukur. Apa pun yang anda lakukan harus diuji dan diukur hasilnya. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa diukur tingkat keberhasilannya. Buat indikator kinerja kunci, yaitu apa saja indikator-indikator di bisnis anda yang merupakan kunci atau penentu vital.


Harus anda identifikasi faktor-faktor ini. Misalnya anda buat brosur. Berapa biayanya? Bagaimana hasilnya? Untung atau rugi? Kalau untung, lanjutkan. Kalau rugi, diubah, diperbaiki atau dihentikan.


6. Delivery. Delivery juga saya artikan memberikan apa yang anda janjikan. Kalau anda sudah terima uangnya, ya anda harus berikan barangnya sesuai yang anda janjikan mencakup jumlah, kualitas dan waktu pengirimannya. Jangan berusaha menjanjikan yang hebat atau superior. Lebih baik yang biasa-biasa saja tapi konsisten. Berusahalah menutupi setiap lubang kelemahan yang ada. Sedikit demi sedikit.


7. Time. Kuasilah waktu. Produktivitas anda, bisnis anda, organisasi anda sangat tergantung kepada kemampuan anda menguasai waktu. Banyak teori mengenai penguasaan waktu ini, misalnya teori pareto (prinsip 80/20) atau the power of least effort.


8. Goal atau tujuan. Tujuan itu harus jelas dan disampaikan kepada organisasi kita. Tujuan itulah sebagai penunjuk arah bagi orang-orang yang mengikuti di belakang kita. Dari mana kita melangkah dan sampai di mana kita nanti, harus jelas dimengerti oleh mereka.


9. Self mastery. Menguasai diri sendiri, atau pengendalian diri. Ini menyangkut disiplin. Ini menyangkut fokus. Ini adalah harga yang harus anda bayar untuk mencapai kesuksesan.


Saya sendiri masih terus belajar dan mempraktekkan ilmu dari guru small business ini. Ilmunya banyak yang masuk akal buat saya. Cocok dengan kondisi bisnis yang saya jalankan saat ini. Mudah-mudahan cocok juga untuk bisnis anda.


sumber : www.tangandiatas.com

Read More --►

Strategi Pemasaran : Lokasi Usaha yang Potensial

Strategi Pemasaran :
Lokasi Usaha yang Potensial

PADA awal penulisan artikel ini beberapa teman yang saya perlihatkan versi rough atau mentahnya sempat mengajukan "protes" kepada saya. Mereka mempertanyakan apakah saya sedang ingin mencari gara-gara dengan mencoba menghubungkan antara analisis Feng Shui dengan konsep-konsep marketing dan temuan research.

Wah, kenapa jadi Feng Shui rupanya? ternyata karena topik yang ingin saya diskusikan dengan Anda semua pada kesempatan kali ini adalah tentang lokasi usaha. Yah, pada umumnya topik lokasi usaha memang menjadi topik yang sering dibahas oleh para ahli Feng Shui.

Lokasi usaha yang dimaksudkan di sini lebih menitikberatkan kepada lokasi-lokasi di mana terjadi penjualan secara eceran (retail). Jadi dengan batasan tersebut, pembahasan kita akan fokus kepada outlet-outlet yang melayani penjualan secara retail, dan bukan gudang ataupun kantor korporat. Namun kantor marketing representative office atau perwakilan penjualan seperti agen properti juga dapat dianggap sebagai bagian dari diskusi kita.

Dalam memilih lokasi outlet, di luar dari pertimbangan Feng Shui, faktor apa saja yang menjadi bahan pertimbangan bagi kita? tentunya yang utama lokasi tersebut harus ramai kan. Kalau bisa malah lokasi tersebut harus hidup 24 jam dalam bayangan kita. Kemudian, lokasi yang dipilih pastinya harus kita anggap strategis. Mudah dicapai dari segala arah. Lalu apa lagi yang kita anggap penting, bagaimana dengan saingan? nah di sini rupanya faktor yang menarik.

Ternyata ada dua macam pandangan saingan bisnis yang menempati satu lokasi tertentu. Tipe yang pertama, boleh dibilang lebih bersifat egosentris. Yaitu memandang saingan dari sudut pandang kepentingan pengusaha atau penjual. Yah kalau dari sudut pandang ini pasti kita semua sepakat bahwa kalau bisa sih, di lokasi tempat kita akan membuka outlet dan sudah ramai tersebut (ditambah strategis pula, duh!) TIDAK ADA SATUPUN SAINGAN yang barang dagangannya sama seperti kita. Sampai di sini pasti Anda tidak akan mempertanyakannya, karena pasti kita semua mahfum bahwa keberadaan saingan pasti akan mengurangi omzet kita.

Apa yang salah dari pandangan seperti ini? sepertinya tidak ada. Karena semua orang normal pasti akan berpikir demikian ... tetapi dari sudut pandangan pengusaha atau pedagang. Sementara itu bagaimana dari sudut pandang konsumen? sebaliknya pasti. Konsumen tentu lebih senang berbelanja di tempat atau lokasi yang bisa memberikan banyak pilihan. Baik dari segi jenis barang atau jasa, dan juga dari segi harga. Buntut-buntutnya, di mana ada satu sentra pembelanjaan, maka konsumen akan beramai-ramai datang ke tempat itu.

Beberapa survei yang kami lakukan di sentra perbelanjaan, baik itu berupa hipermarket maupun sentra komoditi seperti pakaian, elektronik maupun handphone menunjukan fakta bahwa konsumen justru lebih mengenal lokasi perbelanjaan di mana terdapat sentra belanja yang diisi oleh puluhan atau bahkan ratusan penjual produk sejenis, atau sentra perbelanjaan yang dipersepsikan sebagai terlengkap.

Pandangan yang kedua lebih memahami fenomena seperti ini. Dalam pandangan ini, keberadaan beberapa atau banyak kompetitor di sekitar outlet kita justru lebih menguntungkan. Karena dengan sendirinya (atau sudah dirancang sedemikian rupa) lokasi tempat kita berjualan akan menjadi sentra belanja yang memiliki daya tarik yang lebih kuat kepada lebih banyak konsumen untuk berbelanja. Pikir-pikir kan betul juga ya, buat apa kita buka di lokasi yang ramai tetapa sebagian besar orang hanya numpang lewat saja dan tidak berniat untuk berbelanja.

Tetapi dari sisi pengusaha atau penjual, bagaimana dapat bertahan dalam kondisi persaingan yang tampaknya sangat keras, karena saingan kita bisa berjumlah puluhan atau bahkan ratusan. Ternyata jawabannya sederhana, dalam persaingan usaha ternyata juga harus mengedepankan kepentingan bersama. Dan hal yang dapat dijadikan kepentingan bersama dalam situasi seperti ini adalah: semua harus dapat bertahan hidup! Karena bila semua usaha dalam lokasi tersebut hidup, maka lokasi tersebut akan tetap ramai dikunjungi konsumen. Bila satu demi satu mati, maka cepat atau lambat konsumen pun akan meninggalkan tempat tersebut. Bila semua bisa hidup, maka barulah semua dapat bersaing dengan sehat.

Oleh karena itu, mulai sekarang apabila kita masih enggan untuk menempati satu lokasi karena kita anggap sudah banyak kompetitor, atau saat ini kita mulai gelisah karena bermunculan kompetitor-kompetitor baru di sekitar tempat usaha kita, berhentilah dan buanglah semua pikiran negatif tersebut. Karena ternyata kompetitor, terlebih yang bertetangga dengan kita, adalah partner kita untuk melayani dan menarik konsumen yang lebih banyak lagi dari yang pernah kita bayangkan sebelumnya.


Inu Machfud R
BMI Research Jakarta

sumber : Okezone

Read More --►

Orang Pintar dan orang Bodoh

Berikut ada tulisan dari master wirausaha Bob Sadino mengenai perbedaan orang pintar dan orang bodoh dalam berwirausaha

1. Terlalu Banyak Ide - Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang "bodoh" biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ? Karena orang "bodoh" sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar" telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang "pintar" sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh" tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses - Orang "pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang "pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh" tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang "pintar" menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang "pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang "pintar" berpikir ôaku pasti bisa mengerjakan semuanya, sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang "pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, ôyang penting produknya terjualö.

10. Tidak Fokus - Orang "pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh" tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen - Orang "pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang "bodoh" ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas - Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas - Orang "pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh" mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas - Orang "pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "bodoh" ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang "bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan - Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku "bodoh" dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah - Orang "pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.


Sumber :Bob Sadino

Read More --►

Rahasia Buka Rahasia

Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang ingin
berhenti jadi karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada yang
sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njlimet. Ada yang baru
berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang punya banyak uang, tapi
bingung mau diapain. Masih banyak yang blank (bingung). Tak tahu bagaimana
dan dari mana harus memulai.

Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha.
Berikut 14 rahasianya yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan
Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya
banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara
itu.

1.Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda
membutuhkan layanan katering, buka usaha katering. Jika warga di sekitar
rumah anda membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus,
dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan
konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang lebih
baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip
dari semua jenis usaha.

2.Jual Keunikan
Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil
Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk,
teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program
komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan
baru --apalagi khas dan unik-- sangat berpeluang menembus pasar.

3.Duplikasi Usaha Lain
Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah
arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda
hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko.
Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya
di tempat yang sama? Anda cukup memfotokopi usaha itu, plus memberi sedikit
nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!

4.Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya
tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa menyainginya
dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel,
makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja
jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap
bersaing dengan yang lebih dulu ada.

5.Jual Ketrampilan
Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang
berbakat yang --jika dikembangkan dan diberi tempat-- bisa dijual lebih
mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis,
pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut
berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan
alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang
sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang
eksklusif.

6.Jadi Agen
Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang
menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model,
penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh, baby
sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda
bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.

7.Jual Barang Second
Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai
historis tertentu bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang
bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat
lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha,
sampai jenderal yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di
negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.

8.Buka Kantor
Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan, pengacara,
notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi
'pekerja' di perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri.
Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal.
Juallah skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak,
jangan kuatir kekurangan klien.

9.Jalankan DS/MLM
Bisnis ini prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif. Direct
Selling dan Multi-Level Marketing sering disebut personal franchise.
Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang bagus, sistem
pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian perusahaan memberi
kesempatan member mendirikan perseroan sendiri (authorized distributor) atau
stockist. Namun waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau money game
yang berkedok MLM.

10.Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama
sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan
jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba
mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin
banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.

11.Beli Usaha Prospektif
Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek ke depannya
pun cerah. Sayang untuk berkembang lebih jauh, usaha itu tidak punya modal
lebih. Jika modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa
dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa membelinya. Cara ini relatif lebih
mahal, tetapi lumayan disukai investor tulen.

12.Beli Usaha Sekarat
Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata
karena manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke
depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah peluang
menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif murah. Kadang
malah seperti harga 'grosir'. Namun ingat, biaya pemolesannya harus Anda
kontrol.

13.Buka Lokasi
Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada
pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku,
umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan
makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa
yang sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling
strategis di sana.

14.Usaha Bersama
Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola
bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing. Sementara
teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda
bersama-sama buka usaha restoran. Kelebihan masing-masing bisa saling
memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya. (ed)

Sumber: Majalah Berwirausaha


Read More --►

14 Rahasia Membuka Usaha

Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang ingin berhenti jadi karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada yang sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njlimet. Ada yang baru berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang punya banyak uang, tapi bingung mau diapain. Masih banyak yang blank (bingung). Tak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai.


Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut 14 rahasianya yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara itu.


1. Penuhi Kebutuhan Konsumen

Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha katering. Jika warga di sekitar rumah anda membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.


2. Jual Keunikan


Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan baru --apalagi khas dan unik-- sangat berpeluang menembus pasar.


3. Duplikasi Usaha Lain


Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup memfotokopi usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!


4. Beri Fasilitas Tambahan


Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.


5. Jual Ketrampilan


Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang --jika dikembangkan dan diberi tempat-- bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.


6. Jadi Agen


Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.


7. Jual Barang Second


Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai historis tertentu bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.


8. Buka Kantor


Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi 'pekerja' di perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan klien.


9. Jalankan DS/MLM


Bisnis ini prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif. Direct Selling dan Multi-Level Marketing sering disebut personal franchise. Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian perusahaan memberi kesempatan member mendirikan perseroan sendiri (authorized distributor) atau stockist. Namun waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau money game yang berkedok MLM.


10. Beli Waralaba


Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.


11. Beli Usaha Prospektif


Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek ke depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang lebih jauh, usaha itu tidak punya modal lebih. Jika modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa membelinya. Cara ini relatif lebih mahal, tetapi lumayan disukai investor tulen.


12. Beli Usaha Sekarat

Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata karena manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif murah. Kadang malah seperti harga 'grosir'. Namun ingat, biaya pemolesannya harus Anda kontrol.


13. Buka Lokasi


Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa yang sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling strategis di sana.


14. Usaha Bersama


Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing. Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama buka usaha restoran. Kelebihan masing-masing bisa saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya. (ed)


Sumber: Majalah BERwirausaha

Read More --►

Program Investasi Inter-Metrofound

UPDATE : Program sudah ditutup.....



Apakah Anda Serius Ingin Mendapatkan Pasive Income ?

Jika Jawaban Anda ya..., Selamat !! Anda berada ditempat yang tepat !
Bersama International Metro Fund Anda dapat menciptakan EXTRA PASIVE INCOME Untuk Kebebasan FINANSIAL ANDA, Tanpa harus dipusingkan soal Pekerjaan, Tanpa Perlu Rekrut Downline , Tanpa Perlu Jaringan dan Tanpa Perlu Berjualan !

International Metro Fund akan memberikan Anda Pasive Income yang sesungguhnya, Tanpa Anda banyak bekerja. System International Metro Fund akan Menjadikan
UANG ANDA BEKERJA UNTUK ANDA !
Berapa Nilai Pasive Income Yang Anda butuhkan, International Metro Fund Memberikan Anda Pilihan yang Ideal sesuai dengan Keinginan dan dana yang Anda miliki. Yang Pasti berinvestasi bersama International Metro Fund Anda tidak Membutuhkan Modal yang besar, dan tidak membutuhkan Modal setiap Bulan. Cukup dari modal awal yang minimal Anda Sudah dapat mewujudkan Impian Anda untuk mendapatkan Pasive Income.
Berapa Modal yang Anda Butuhkan ?
International Metro Fund Menyediakan Untuk Anda PAKET Investasi dengan Modal yang paling Minimal tapi akan memberikan Anda Hasil yang maksimal. GARANSI ! Bersama International Metro Fund Untuk mendapatkan Income Rp.57 Juta Setiap 50 hari, Anda Cukup berinvestasi Awal Senilai Rp.140.000,- TANPA HARUS REKRUT DOWNLINE, TANPA HARUS BERJUALAN, TANPA HARUS BAYAR SEMINAR dan TANPA KHAWATIR.

Perhatikan Contoh Tabel Pembagian hasil International Metro Fund dibawah ini dengan Investasi Awal Rp.140.000,- :


Periode Ke : Hari Ke: Jumlah Income (Rp.)
1 50 Rp.50.000,-
2 100 Rp.150.000,-
3 150 Rp.190.000,-
4 200 Rp.285.000,-
5 250 Rp.475.000,-
6 300 Rp.760.000,-
7 350 Rp.1.235.000,-
8 400 Rp.1.995.000,-
9 450 Rp.3.230.000,-
10 500 Rp.5.225.000,-
11 550 Rp.8.455.000,-
12 600 Rp.13.680.000,-
13 650 Rp.22.135.000,-
14 700 Rp.35.815.000,-
Metro Pensiun 750 Rp.57.950.000,-
Pendapatan Tetap Setiap 50 Hari Rp.57.950.000,-
Untuk Pembagian Hasil Periode Selanjutnya setelah periode METRO PENSIUN ( setelah 750 Hari ) adalah sama seperti Pembagian Hasil Periode METRO PENSIUN tersebut, Ini Artinya Setelah melewati Masa 3 tahun atau Setelah Melewati Masa METRO PENSIUN anda akan Memasuki Pendapatan Tetap, Bagi Hasil yang Anda Terima tetap Pada Rp.57.950.000,- Setiap 50 Hari
Jadi Siapapun Anda, Apapun Profesi Anda saat ini pastilah dapat meraih Pasive Income bersama International Metro Fund, karena dengan Modal Awal yang sangat Minimal tersebut dan tanpa memerlukan keahlian Khusus, serta tanpa resiko maka semua orang dan semua kalangan akan dapat bergabung dengan International Metro Fund dan Dapat meraih Pasive Income.



Read More --►