Tahukah Anda : Ban Karet

Banyak sekali penemuan-penemuan penting di dunia ini yang berasal dari ketidaksengajaan. Bahkan, kadang hanya karena hal yang sepele, misalnya menyenggol satu benda tertentu di laboratorium, jadilah sebuah penemuan yang mampu mengubah dunia.

Hal ini rupanya juga terjadi pada penemuan ban karet untuk kendaraan. Jika kita lihat sekarang, balapan motor atau mobil sangat ditentukan oleh kualitas ban yang dipakai, selain berbagai faktor lain. Padahal, ternyata, untuk menemukan ban karet yang berkualitas, dulu sangat sulit. Sebab, karet sebagai bahan dasar pembuatan ban, dahulu jika bertemu dengan sesuatu yang panas, mudah meleleh. Namun, jika menyatu dengan hal yang dingin, sangat rapuh.

Berbagai hal lantas dilakukan untuk menstabilkan materi karet sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan. Salah satu yang mencoba melakukan aneka percobaan ini adalah seorang ilmuwan bernama Charles Goodyear. Ia berupaya dengan segala macam cara untuk membuat karet bisa lebih tahan terhadap panas dan dingin sekaligus. Namun, seperti juga ilmuwan lain yang juga sudah mencoba sebelumnya, hasil yang diperoleh pun masih kurang sempurna.

Suatu ketika, ketika beristirahat, Goodyear tidak sengaja menjatuhkan segumpal karet dan semacam zat sulfur dalam kompor yang panas secara bersamaan. Dan, rupanya, itulah jawaban yang dicari selama ini. Karet yang terjatuh dalam kompor itu rupanya bereaksi dengan sulfur dan jadi lebih tahan panas. Bahkan, setelah dicoba, karet ini pun juga tahan dingin. Ketidaksengajaan inilah yang kemudian terus dikembangkan Goodyear hingga bisa diolah jadi ban karet sampai sekarang.

Sumber


Tahukah Anda : Kereta Belanja Dorong

Bisakah Anda membayangkan membawa banyak barang belanjaan dengan dua tangan saja? Pastilah Anda akan  kerepotan. Karena itu, jika Anda sering berbelanja ke supermarket, pasti sudah akrab dengan kereta dorong untuk membawa barang belanjaan. Fungsi kereta dorong yang nampaknya sederhana itu terbukti sangat membantu kita saat akan membawa tumpukan belanjaan. Apalagi, jika di awal bulan, di mana banyak orang berbelanja kebutuhan
untuk keperluan sebulan ke depan. 

Tapi, tahukah Anda meski nampaknya sederhana, kereta dorong di supermarket itu baru diperbanyak dan lazim digunakan pada masa sesudah perang dunia ke-2? Dan, uniknya, kereta itu ternyata terinspirasi dari mainan anak-anak. 

Kisah
awal mula kereta dorong ini terjadi sekitar tahun 1936. Ada sebuah toko makanan, Standard Food Markets, yang terletak di Oklahoma City, Amerika. Saat itu, sang pemilik, Sylvan Goldman, melihat banyak pelanggannya yang kerepotan membawa makanan saat pulang belanja di tokonya. Apalagi, jika belanjaan mereka banyak. Suatu ketika, ia melihat seorang ibu meletakkan sebagian barang belanjaannya pada mainan anaknya yang beroda dan bisa ditarik dengan tali. 

Melihat hal unik itu, Goldman kemudian mengutak-atik keranjang belanjaan di tokonya. Ia memasang semacam roda kecil di keempat sisi keranjang untuk memudahkan membawa barang belanja. Demi menambah kemudahan dan kepuasan pelanggannya, ia pun meminta bantuan insinyur teknik untuk membuatkan keranjang yang lebih modern. Maka, sejak tahun 1947, pembuatan kereta dorong belanjaan ini dibuat masal. Inilah yang jadi awal mula kereta dorong di supermarket yang ada sekarang.

Sumber


Tahukah Anda : Microwave

Sebuah ketidaksengajaan, memang kadang-kadang justru menguntungkan. Berbagai penemuan penting di dunia ini banyak pula yang diawali dari ketidaksengajaan itu. Salah satu penemuan karena ketidaksengajaan adalah microwave. Oven bertenaga listrik yang kini sangat populer untuk memudahkan memasak dalam suhu yang bisa diatur-atur itu ternyata ditemukan secara kebetulan.

Kisah penemuan itu berawal dari coklat yang ada di kantong seorang penemu bernama Percy Spencer. Ia adalah seorang inovator yang bekerja di lembaga pertahanan Raytheon yang telah mempunyai sekitar 120 hak paten atas penemuan-penemuannya. Kala itu, sekitar tahun 1945, Spencer sedang meneliti bagaimana meningkatkan kemampuan radar yang ada di lembaga pertahanan itu. Saat itu, ketika ia berjalan melewati sebuah radiator yang sedang bekerja, coklat di celananya meleleh. 

Mendapati peristiwa itu, otak Spencer yang memang dikenal encer segera berputar bagaimana memanfaatkan fenomena itu. Maka, ia pun kemudian melakukan sejumlah eksperimen. Dan, akhirnya, dari inovasi karena ketidaksengajaan itu, lahirlah microwave yang pertama kali di dunia. Tahukah Anda beratnya? Sekitar 400 kilogram! Alat ini kemudian dimanfaatkan untuk keperluan restoran, pesawat, dan kapal untuk mempercepat menghangatkan makanan. Tentu, setelah sekian lama, dengan berbagai eksperimen, bentuk dan besar microwave terus mengalami perubahan hingga bisa digunakan di rumah tangga seperti sekarang.

Sumber



Tahukah Anda : Sabun Berbusa

Barangkali, saat ini, jika Anda menemui sabun mandi yang tidak berbusa, maka Anda akan merasa kurang puas. Mandi rasanya kurang segar dan bersih jika belum ada busa yang membasuh tubuh dari sabun yang digosokkan ke badan kita.

Tapi, tahukah Anda bahwa awalnya sabun mandi tak diciptakan berbusa? Hal ini terjadi sekitar tahun 1879. Pada waktu itu, sabun mandi jika digosokkan ke tubuh tidak menimbulkan busa. Namun, suatu ketika, seorang pekerja di pabrik pembuatan sabun tanpa sengaja meninggalkan mesin pembuat sabun bekerja saat sedang istirahat siang.

Konon, karena kecerobohan ini, maka tanpa pengawasan, sabun yang tercipta pada saat mesin itu bekerja, menjadi bercampur dengan unsur udara. Tetapi, karena melihat tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan, pabrik itu memutuskan tetap menjual sabun yang tercampur dengan unsur udara itu.

Kemudian, keajaiban terjadi. Sabun yang bercampur udara itu saat beredar di pasaran ternyata membuat sabun menjadi penuh gelembung dan busa saat digosokkan ke tubuh. Dan, tak dinyana, hal ini sangat disukai oleh konsumen sabun itu. Maka, kemudian banyak orang yang menanyakan sabun busa tersebut. Sebab, saat itu sabun itu memang tak banyak yang beredar di pasaran karena sebenarnya adalah produk yang ‘salah cetak’.

Akhirnya, karena kehebohan terjadi, sabun itu kemudian mulai diproduksi masal. Sabun itu kemudian diberi nama Ivory oleh perusahaan Proctor dan tak lama mulai disukai di seluruh dunia.

Sekali lagi, itulah bukti, bahwa adanya ketidaksengajaan pun, kadang bisa membawa berkah. Karena itu, jangan pernah merasa resah atau gelisah saat timbul masalah. Sebab, bisa jadi, itu justru berujung pada datangnya berkah.

Sumber




Tahukah Anda : Celana Jeans

Salah satu produk busana yang paling tren di seluruh dunia saat ini adalah celana jeans. Di Indonesia sendiri, celana jeans bahkan hampir dimiliki oleh sebagian orang. Industri celana jeans - saat ini yang paling terkenal di Bandung - terus dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai penjuru nusantara. Bahkan, konon, berbagai celana jeans bermerek yang ada di pasaran dunia saat ini bahan bakunya berasal dari Bandung.

Tapi, tahukah Anda, jika celana yang sangat kuat itu awalnya dipakai oleh para penambang emas di Amerika? Dan, bisa dikatakan terciptanya pertama kali pun diawali dari buah antara kebutuhan dan kreativitas. Sang penemu, barangkali sangat dikenal oleh siapa saja. Namanya yakni Levi Strauss.

Yah, ternyata merek jeans yang paling terkenal itu adalah nama penemu yang mencoba memenuhi permintaan pelanggannya. Awalnya, sekitar tahun 1853, Levi pergi ke New York. Ia kemudian mencapai San Fransisco di mana di
sana sedang terjadi booming orang menambang emas. Saat itu Levi berdagang beberapa barang, termasuk salah satunya adalah kain penutup mobil wagon, mobil yang sangat populer saat itu.


Ketika bertemu dengan para pembeli yang rata-rata adalah penambang emas itu, Levi mendapat orderan apakah bisa menyediakan celana panjang yang kuat untuk menambang. Sebab, mereka merasa celana yang dipakai gampang rusak karena aktivitas tersebut. Maka, si Levi pun berpikir keras. Dan, akhirnya, ia pun melirik kain penutup wagon yang akan dijualnya. Kain yang sangat kuat itu pun kemudian dibawanya ke tukang jahit untuk dibuatkan celana. Singkat cerita, rupanya celana yang dibuat dari kain tersebut disukai oleh para penambang karena memang sangat kuat. Itulah awal kemudian Levi kemudian terus membuat celana yang kemudian kita kenal sebagai celana jeans sampai sekarang.

Sumber 



Tahukah Anda : CD [ Compact Disk ]

Apa jadinya jika hobi atau kesenangan kita terganggu? Pastinya, kita akan merasa kurang nyaman. Atau, bahkan kita jadi jengkel karena hal tersebut. Namun, di tangan orang kreatif, jika kesenangan mendapat halangan, rupanya justru bisa berujung pada temuan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Proses kreatif akibat kekesalan karena kesenangan terganggu dialami oleh sosok bernama James T. Russell. Ilmuwan yang sudah akrab dengan aneka barang elektronik sejak usia enam tahun ini suatu kali merasa jengkel karena hobinya mendengarkan musik terganggu. Pertama, ia merasa terganggu karena kualitas suara yang dihasilkan media pemutar musiknya kala itu dirasa kurang enak di telinga. Kedua, seringkali alat pemutar musik, yang kala itu masih menggunakan semacam stylus atau jarum, seperti yang dipakai pada piringan hitam, membuat musiknya seringkali meloncat-loncat. Maka, bukannya santai menikmati musik, malah ketidaknyamanan yang ia dapati.

Mengalami hal ini, James yang memang seorang penemu, mencoba mencari cara bagaimana membuat media musik yang lebih nyaman. Dan, tentunya, ia pun berharap, bisa menghasilkan kualitas suaranya lebih jernih. Maka, ia pun berkutat di laboratorium tempatnya bekerja di Pacific Northwest Laboratory di Richland, Washington.

Saat itu, ia mengotak-atik sistem kerja berdasar optik yang bekerja dengan sistem pencahayaan. Data dikenali dengan sistem binari 0 dan 1 yang dikombinasikan dengan sistem terang dan gelap. Berkali-kali ia mencoba. Berkali-kali pula James mengalami hambatan. Namun, demi mendapatkan apa yang dia inginkan, ia terus mencoba dan mencoba lagi.

Beberapa tahun kemudian, di akhir tahun 1960-an, akhirnya ia bisa memformulasikan sistem yang akhirnya menjadi rekaman digital optikal yang pertama. Ia pun mematenkan karyanya tersebut pada sekitar tahun 1970. Tapi, tak berhenti di situ. Sebagai penemu, ia terus ingin menyempurnakan karyanya itu. Tak kurang 26 paten sebagai bentuk penyempurnaan CD pertama itu diterimanya hingga tahun 1985.

Di tangan orang yang kreatif dan mau bekerja keras, sebuah masalah ternyata justru mampu menjadi karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Kalau sudah begini, hadirnya masalah bukan jadi musibah, namun justru menjelma jadi berkah.

Sumber



Tahukah Anda : Mesin Foto Copy

Pernahkah Anda membayangkan, harus menulis dan menggambar sesuatu yang sama untuk memperbanyak dokumen dengan tangan? Berterima kasih lah pada mesin fotokopi. Sebab, dengan mesin fotokopi saat ini kita dapat dengan mudah memperbanyak gambar dan tulisan berapa pun banyaknya. Tinggal pencet tombol, tunggu sejenak, semua pekerjaan penggandaan beres.

Ternyata, mesin fotokopi yang ada saat ini berasal dari kerepotan yang dialami seorang pria bernama Chester F. Carlson. Ia semula adalah pekerja di sebuah perusahaan analisis paten untuk pembuat produk elektronik. Tugasnya saat itu adalah menyalin semua dokumen dan gambar paten ke dalam beberapa dokumen. Tentu, ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Apalagi, saat itu semua dikerjakan dengan tangan. Karenanya, untuk membuat beberapa dokumen, perlu waktu yang tak sedikit, bahkan berjam-jam.

Karena kelelahan, Chester pun kemudian berpikir. Bagaimana ia bisa menggandakan dokumen dengan cepat dan praktis. Tidak seperti yang ia lakukan sebelumnya. Suatu kali, pemuda cerdas ini pun menemukan ide. Ia menggunakan konsep yang disebut photo-conductivity, sebuah proses perubahan elektron jika terkena cahaya. Intinya, dengan proses ini, gambar bisa digandakan dengan proses perubahan elektron tersebut. 

Beberapa tahun ia mencoba menyempurnakan temuannya ini. Dan, setelah sekian lama, temuannya yang diberi nama electric photography ini dipatenkan pada 1942. Meski sangat berguna, alat tersebut rupanya tak bisa langsung jadi populer. Chester yang berhasil membuat alat itu harus berjualan konsep bertahun-tahun lamanya agar mesin fotokopi itu bisa dijual di pasaran. Berbagai perusahaan besar seperti IBM, GE, dan RCA menolak temuan itu. Setelah hampir putus asa, ia kemudian menawarkan ide itu pada perusahaan yang bernama Haloid Company. Ternyata, konsep itu diterima. Buah perjuangan 20 tahunan menjual ide itu akhirnya menjadi kisah membahagiakan. Haloid Company kemudian mengenalkan produk mesin fotokopi pertama itu dengan nama Xerox.

Kini, Xerox telah sukses di pasaran. Haloid Company pun berubah namanya jadi Xerox Company. Chester juga telah membuktikan, buah karyanya ternyata kini bermanfaat di seluruh dunia.

Sumber



Tahukah Anda : Lift [ Elevator ]

Bisa Anda bayangkan, betapa capainya jika kita harus menaiki beratus bahkan beribu anak tangga untuk menaiki sebuah gedung pencakar langit. Sehat? Pasti. Capai? Iya juga. Karena itu, berterima kasihlah pada teknologi lift. Anda tinggal masuk ke sebuah ruang kecil, memencet tombol pada nomor lantai yang hendak dituju, tunggu sejenak, dan, Anda pun sudah berada pada ruangan di lantai tertentu. Tanpa harus keluar keringat, tanpa harus bersusah payah menaiki anak tangga.

Jaman dahulu, lift memang sudah ada sejak mulai dibangun sejumlah gedung bertingkat. Sayangnya, tingkat keamanan dan kenyamanannya masih kurang memadai. Bahkan, risiko putus kabel lift sering membuat sebuah gedung atau bangunan menjadi kurang aman. 

Suatu ketika, seorang bernama Elisha Otis (1811-1861), merasakan hal yang sama tentang masalah keamanan ini. Waktu itu, bersama karyawannya, ia hendak mengangkat sebuah barang ke gudang. Kelahiran Halifax Vermont Amerika ini, karena melihat risiko yang sangat tinggi, lantas berpikir untuk mencari cara paling aman untuk mengangkat barang dengan lift atau elevator.

Bertahun-tahun ia memikirkan bagaimana solusinya agar hal itu bisa diatasi. Dengan berbagai percobaan, akhirnya pada sekitar tahun 1853, di sebuah gedung bernama Crystal Palace Exposition di New York, ia mendemonstrasikan penemuannya, sebuah penyempurnaan elevator.

Ia pun menjalankan lift tersebut seperti layaknya lift saat ini. Namun, ketika massa berkerumun di bawah melihat aksinya, ia pun berbuat sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Otis menyuruh asistennya memotong kabel lift yang dinaikinya. Sudah tentu, hal ini mengundang ketakutan sejumlah orang yang menyaksikan. Namun, saat kabel telah terpotong, ternyata lift itu diam tak bergerak. Lift itu aman-aman saja berada di tempat semula. Ternyata, Otis telah menciptakan semacam rel penahan pada masing-masing sisi lift, sehingga mampu menahan lift tersebut agar tidak jatuh. Sebuah penemuan fenomenal yang membuat lift kini makin aman dan nyaman digunakan siapa saja.

Sumber


Tahukah Anda : Popcorn

Tahukah Anda jenis makanan kecil yang paling disukai saat menonton film? Yup, makanan paling populer menemani saat menonton film adalah popcorn, alias berondong jagung. Tapi, tahukan Anda bahwa ada banyak cerita unik dari popcorn itu?

Dari namanya, popcorn ternyata awalnya berasal dari suara saat jagung-jagung itu meledak ketika dipanaskan. Pop! Pop! Pop! Pop! Itulah suara yang terdengar dan kemudian membuat orang menamainya popcorn. Namun, sebenarnya itu hanyalah nama populernya saja. Sebab, aslinya, popcorn ternyata sudah berusia ribuan tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak lukisan di gua-gua bawah tanah terdapat coretan yang menggambarkan jagung ini. Namun, data yang cukup dipercaya mengatakan bahwa popcorn berasal dari 5 ribu tahun silam dimana awalnya datang dari Meksiko dan kemudian menyebar ke India, China, dan Sumatera. Jagung ini kemudian menyebar ke Eropa seiring dengan banyaknya penjelajah dari daratan Eropa ke berbagai benua.

Selain bisa dimakan, jaman dahulu, popcorn ternyata juga sering dijadikan permainan. Meski tidak disebutkan secara pasti lokasinya, ada sebuah suku yang mendiami suatu daerah sering bermain jagung ini. Caranya, jagung tersebut diletakkan pada satu wadah yang terbuat dari batu panas. Seiring dengan perubahan suhu, jagung itu akan "meledak" dan terbang ke mana-mana. Nah, inti permainan ini adalah pemain harus berusaha menangkap jagung-jagung yang beterbangan. Sang pemenang diperbolehkan memakan jagung tersebut. Orang jaman dahulu ternyata cukup kreatif dalam mencari cara menghibur diri ya?

Ada satu lagi kisah tentang popcorn yang mampu menyelamatkan seseorang dari kebangkrutan. Ketika terjadi resesi ekonomi di Amerika, banyak bisnis yang hancur. Namun, ternyata penjualan popcorn tidak mengalami penurunan. Nah, suatu ketika ada seorang bankir dari Oklahoma yang bangkrut. Dari sisa-sisa uangnya, ia pun memutuskan untuk membeli mesin pembuat popcorn untuk menyambung hidupnya. Bankir itu kemudian membuka usahanya di sebuah warung kecil di dekat sebuah bioskop. Dan, seperti kita tahu, nonton bioskop memang paling asyik sambil mengunyah popcorn. Karena itu, sang bankir pelan tapi pasti berhasil mengembangkan usaha popcornnya. Setelah sekian tahun ia ternyata tak hanya bisa hidup dari menjual popcorn. Ia bahkan kemudian bisa sukses dengan bisnis itu dan berhasil mendapatkan kembali lahan pertanian miliknya yang sempat dijual kala bangkrut dulu. Bankir itu telah "diselamatkan" oleh berondong jagung ini.

Popcorn memang sangat populer. Dan, ternyata popcorn menyimpan banyak kisah, yang unik dan sekaligus inspiratif. Memang, kadang, barang yang kita anggap remeh, ternyata bisa memberi arti bagi banyak orang.

Sumber


Tahukah Anda : Popcorn

Tahukah Anda jenis makanan kecil yang paling disukai saat menonton film? Yup, makanan paling populer menemani saat menonton film adalah popcorn, alias berondong jagung. Tapi, tahukan Anda bahwa ada banyak cerita unik dari popcorn itu?

Dari namanya, popcorn ternyata awalnya berasal dari suara saat jagung-jagung itu meledak ketika dipanaskan. Pop! Pop! Pop! Pop! Itulah suara yang terdengar dan kemudian membuat orang menamainya popcorn. Namun, sebenarnya itu hanyalah nama populernya saja. Sebab, aslinya, popcorn ternyata sudah berusia ribuan tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak lukisan di gua-gua bawah tanah terdapat coretan yang menggambarkan jagung ini. Namun, data yang cukup dipercaya mengatakan bahwa popcorn berasal dari 5 ribu tahun silam dimana awalnya datang dari Meksiko dan kemudian menyebar ke India, China, dan Sumatera. Jagung ini kemudian menyebar ke Eropa seiring dengan banyaknya penjelajah dari daratan Eropa ke berbagai benua.

Selain bisa dimakan, jaman dahulu, popcorn ternyata juga sering dijadikan permainan. Meski tidak disebutkan secara pasti lokasinya, ada sebuah suku yang mendiami suatu daerah sering bermain jagung ini. Caranya, jagung tersebut diletakkan pada satu wadah yang terbuat dari batu panas. Seiring dengan perubahan suhu, jagung itu akan "meledak" dan terbang ke mana-mana. Nah, inti permainan ini adalah pemain harus berusaha menangkap jagung-jagung yang beterbangan. Sang pemenang diperbolehkan memakan jagung tersebut. Orang jaman dahulu ternyata cukup kreatif dalam mencari cara menghibur diri ya?

Ada satu lagi kisah tentang popcorn yang mampu menyelamatkan seseorang dari kebangkrutan. Ketika terjadi resesi ekonomi di Amerika, banyak bisnis yang hancur. Namun, ternyata penjualan popcorn tidak mengalami penurunan. Nah, suatu ketika ada seorang bankir dari Oklahoma yang bangkrut. Dari sisa-sisa uangnya, ia pun memutuskan untuk membeli mesin pembuat popcorn untuk menyambung hidupnya. Bankir itu kemudian membuka usahanya di sebuah warung kecil di dekat sebuah bioskop. Dan, seperti kita tahu, nonton bioskop memang paling asyik sambil mengunyah popcorn. Karena itu, sang bankir pelan tapi pasti berhasil mengembangkan usaha popcornnya. Setelah sekian tahun ia ternyata tak hanya bisa hidup dari menjual popcorn. Ia bahkan kemudian bisa sukses dengan bisnis itu dan berhasil mendapatkan kembali lahan pertanian miliknya yang sempat dijual kala bangkrut dulu. Bankir itu telah "diselamatkan" oleh berondong jagung ini.

Popcorn memang sangat populer. Dan, ternyata popcorn menyimpan banyak kisah, yang unik dan sekaligus inspiratif. Memang, kadang, barang yang kita anggap remeh, ternyata bisa memberi arti bagi banyak orang.

Sumber


Tahukah Anda : Es Krim Cone

Panas-panas, minum es krim. Tentu sangat menyegarkan. Apalagi, kalau sambil jalan-jalan. Maka, panas menyengat pun bisa terasa dingin kala menyesap es krim cone. Sangat praktis, bisa dibawa ke mana-mana, dan cone-nya pun bisa pun bisa sekaligus dimakan.

Tapi, tahukah Anda bahwa cone es krim itu tercipta karena ketidaksengajaan? Alkisah, pada sekitar tahun 1904, ada sebuah pameran internasional yaitu St. Louis World’s Fair. Di pameran itu, penjual dan pembeli berjubel untuk saling bertransaksi.


Menurut fakta yang disebutkan dari sejumlah sumber, ada dua orang pedagang makanan dan minuman ringan yang saling berdampingan konternya pada pameran tersebut. Yang satu berjualan wafer waffle dan satunya lagi berjualan es krim. Pada suatu hari yang sangat panas, penjual es krim kewalahan melayani pembelinya. Ia tak mengira pembelinya hari itu sangat banyak. Akhirnya, stok tempat membawa es krim milik si penjual es krim habis. Padahal, saat itu pembeli yang mengantri masih berjubel.

Ia pun sempat kebingungan dan nyaris menutup konternya. Sebab, ia tak tahu bagaimana bisa menjual es krim tanpa tempatnya. Namun, ia sempat mengadu pada si penjual wafer waffle tentang masalah ini. Ternyata, tanpa pikir panjang, si penjual waffle pun menawarkan wafflenya untuk dijadikan tempat sementara untuk menaruh es krim tersebut. Maka, ia pun kemudian menggulung wafflenya dan memberikan sebagian pada si penjual es krim.


Gulungan waffle itu kemudian diisi pucuknya dengan es krim. Ternyata, waffle yang diisi es krim ini sangat disukai oleh pembeli. Dan akhirnya kedua orang penjual yang berdampingan ini mendapat keuntungan yang sangat berlipat. Maka, sejak saat itu, es krim cone pun dikenal dan menyebar ke seluruh dunia hingga sangat populer sampai sekarang.

Sumber